Monday, December 27, 2010

Pabila ia bersoal tentang KEIMANAN,

Pabila ia bersoal tentang KEIMANAN,

Diriku,
Aku menasihatimu,
Diriku,
Aku menasihati diriku sendiri...

Ingatlah Allah. Hanya Allah
Pabila hati diburu keresahan. Ia soal hati sayang, bukan soal yang lainnya. Dan hati itu, pabila ia resah, ia dalam kesakitan. Pabila kesakitan pasti perlu ditemukan dengan ubat khusus buat ia. PABILA HATI ITU SAKIT, UBATNYA PASTI ALLAH SWT TAALA.

Diriku, ingatlah Allah yang hanya Allah. Tiada yang selainnya. Jangan mengingat yang selainnya melainkan Allah. Hanya Dia.

Ingatlah diri hanya hamba. Buang segala kepentingan dirimu
Diriku, abaikanlah kepentingan dirimu. Lepaskan segalanya. Tiada langsung kepentingan diri. Rasai dirimu sebagai hamba. Hanya hambaNya. Hanya hamba Allah semata-mata.

Ya Rabb,
Ku ingin ingatiMu,
Ku ingin lepas segala kepentingan diriku,
Sangat nikmat segala itu,
Pabila aku mampu hidup hanya untukMu...

Ya Rabb,
Ku ingin lepas imbalan duniaku,
Ku ingin berharap hanya akhiratku,
Kerna tiada balasan,
Yang paling sesuai di dunia jika ia benar nikmat dariMu...

Ya Rabb,
Aku ingin menangis,
Tangisan yang hanya buatMu.

Tuesday, December 14, 2010

YAKIN dan TENANG

Life is just the same as before.
Cuma perlu mengukuhkan setiap principle.

Pabila bangun pagi, paling indah apabila menyedari, telah hadir suatu hari lagi, untuk menerima setiap takdir yang telah ditetapkan oleh Allah pada diri. Ia indah dan selamanya indah jika mampu berfikir begitu. Perlu menyesuaikan diri dengan fikiran yang begini. Tidak gundah, tidak gelisah dalam menanti apa yang bakal berlaku pada hari ini, kerana semuanya sudah terTULIS.

Ada yang mengejar kejayaan, ada yang bersedia menerima kegagalan. Namun kejayaan dan kegagalan dunia itu bukan ukuran Allah pada kita. Sudah jelas diberitahu, dunia adalah tempat ujian semata-mata. Tiada lebih dan kurang dari itu. Dunia adalah tempat ujian. Andai ia ujian, bisa tegar saja sememangnya fitrah kehidupan kita diisi dengan kejayaan dan juga kegagalan dunia secara silih berganti. Bagi yang mengejar kejayaan dunia, mungkin yang diterima adalah kekecewaan dalam menantinya.

Bagi yang telus dalam memahami rencana Ilahi, sepastinya, kita mengakui, dunia ini tempat ujian. Jika ujian, mari kita mengharunginya dalam sedar diri dunia ini tempat ujian. Yang diukur oleh Allah adalah keikhlasan hati dalam menjadi setiap takdir yang telah tertulis. Kita bukan hidup seorang. Kita ini hidup bersama-sama. Keturunan adam ini hidup bersama2. Bersamalah kita, melihat dari atas, betapa kerdilnya kita yang sedang hidup bersama2 ini. Betapa kita wujud dalam sekalian banyak manusia dan makhluk-makhluk lain yang tak hidup di mata manusia, namun hidup di mata ghaib. Dalam kekerdilan itu, akan kita akui, kelemahan kita, kefakiran kita terhadap perlindungan dan pertolongan daripada Yang Maha Esa. Bisa mengurus hidup dan urusan sendiri? Mana mungkin...

Analoginya, bayangkan ketika kita sedang membawa kereta. Penglihatan kita sendiri sangat terbatas, side mirrors, cermin depan, kalau yang bagus skit ada kamera kat belakang untuk reverse function. Namun kita akui, yang dapat kita lihat adalah pandangan depan kita, belakang, dan kiri kanan kita sahaja. TERBATAS. Tidak bisa mampu menjengah lebih daripada batas penglihatan kita. Sedang kereta2 lain sedang banyak. Mungkin ada kemalangan di depan sana. Kita pula mungkin tersalah predict, yang owh - polis tahan kot. Kita tidak tahu, kita bisa memilih jalan yang salah atau jalan yang betul. Ia berlaku. Segalanya TERBATAS.

Dari sebab itu, kita sangat memerlukan pertolongan Allah. Pertolongan Allah dalam menggerakkan RASA hati dalam memilih jalan yang smooth untuk perjalanan kita sendiri. View kita tersangat terbatas. Kita sememangnya memerlukan pertolongan dariNYA, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Melihat, Yang Maha Bijaksana dalam mengatur seluruh perjalanan hidup kita. Kita tak bisa mengurus kehidupan orang lain, sedang kehidupan kita sendiri sukar sekali kita merasa kita yang sedang mengawalnya. Sedangkan apa yang berlaku kepada kita, dan apa yang berlaku kepada orang lain itu sangat terkait2 ceritanya. And I believe with the full faith that, semuanya sudah tertulis.

Yang ada pada diri untuk mengawal adalah, TENANG dalam menghadapi takdir yang telah tertulis pada hari ini. Yang ada pada diri adalah YAKIN dengan SIFAT-SIFAT Allah Yang Maha lagi Maha dalam segala SIFAT dalam mengatur setiap sesuatu. Berserah itu bukan bermakna pasif atau malas pikir. Namun kesedaran di balik AsmaNya yang Agung. Kekerdilan seorang hamba yang sangat memerlukan petunjuk dari Tuannya. Hamba itu lemah, fakir, hina, lagi memerlukan Tuannya. Dia tak punya apa-apa selain segalanya pinjaman dari Tuannya. Dia abdi, melakukan sesuatu hanya untuk berkhidmat pada Tuannya semata-mata.

Dan perkhidmatan sebagai hamba ini akan sangat selesa dilakukan, andaikata kita menyedari Dia adalah Pencipta, Raja segala Raja. Segala bentuk penyembahan hanyalah pada Dia. Tiada selain Dia. Penyembahan dalam menyakini sesungguhnya, Dialah Yang Maha Agung, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui akan segala-galanya. Dan Pencipta, Raja segala Raja ini sedang memerintah dengan penuh rasa CINTA, penuh dengan kasih sayang kepada setiap hambaNya. Tiada pernah menzalimi hambaNya. Kesempurnaan sifat-sifatNya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan setiap hamba-hambaNya.

Penyembahan yang penuh cinta. Sembahlah Pencipta dengan rasa cinta. Telus, tulus, mulus, hanya pada Dia.

Ya Rabb, terpulang padaMu Ya Allah. Uruskanlah segala urusan kami pada hari ini, dan jangan sekalipun kau serah diri kami kepada kami sendiri untuk menguruskannya.


Terkurung aku dalam penjara dunia, merindukan tempat asalku di sana.

"Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku."
( Surah az-Zariyat: ayat 56)

Ya Tuhanku, kami hamba membenarkan pengabdian kepada-Mu.
"Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam."
(Surah Al-An'am, 6:162)


Monday, December 13, 2010

Tak tahu nak berbuat apa...
Apa langkah seterusnya?
Hanya pada Allah aku bertanya...

Saturday, December 4, 2010

Dont try to think
Dont try to sort our things
Never, coz it wont work...

I have to make myself adaptive to the new style,
No I dont create that,
It just happen and I go back and look...

Things work,
When I am with Him, Only.
Bila masa itu,
Pasti,
Masa berdua saja dengan Allah...
Masa yang tidak aku pikir selain Allah...
Masa yang tidak pikir tentang seketika lagi...
Masa yang tidak aku pikir tentang yang telah lalu...

Masa itu...
Saat aku khusyuk...
Ilham mencurah tak perlu dipupuk...
Ia berjalan tanpa aku sedari...
Tanpa aku perlu pikir lagi...
Segalanya bersatu...
Hanya menuju...

Saat aku diam membisu...
Dan tumpuanku...
Hanya pada Yang Satu...
Sometimes we go out to test ourself. Lebih tepat lagi, Allah set the test..
I'm not strong enough to 'go out'..shaking.
Puasa balik.. :)
Mengumpul kekuatan.
No FB for a week :). Kembali bersendiri :)
Jika selamanya masih memandang dari makhluk,
Terperuklah diri tidak terpujuk,
Berat beban memikul di bahu,
Lenguh longlai sehingga jemu.....

Segalanya bukan dari makhluk,
Melainkan dari Dia,
Kerna Dia Pencipta,
Yang lainnya hamba......

Semua perkara dibawah kawalanNya,
Hanya pada Dia ku minta dijaga....

Friday, December 3, 2010

Keindahan

Ralit dengan keindahan,
Tak bisa diganggu dengan kebiasaan,
Aku paling suka,
Pabila belajar mengenal Engkau,
Jiwaku suka,
Hatiku gembira,
Relakanlah hambaMu ini untuk mengenalMu,

Maafkanlah aku,
Jika aku sesak akan sesuatu,
Pasti ada hikmah Engkau meletak aku di situ,
Ia pasti sebahagian cara untuk mengenali diriMu....

Aku hanya hamba,
Yang lemah,
Yang hina,
Yang fakir,
Yang tidak tahu....

Engkau selayaknya mengatur apa saja dalam hidupku, kerna Engkau Yang Maha Tahu, Engkau Yang Maha Bijaksana dalam mengatur segalanya.....

Akulah hamba,
Yang dicipta Pencipta,
Tak dibiarkan aku saja,
Melainkan Dia,
Sentiasa,
Melindung, Menolong dan Menjaga....

Bukan setiap masa,
Namun selamanyaaaaaa.....

Sungguh aku kembali berasa lega,
Pabila dapat menutur bicara,
Melepas segala di hati,
Kepada seluruh diri....


Tuesday, November 30, 2010

Mujur aku punya Dia

Dalam hati ada tangisan,
Mataku wakil dalam mengalirkan
Namun masih memiliki keindahan,
Kerna sentiasa dipujuk Tuhan.


Allah.Allah.Allah
Mujur aku punya Allah

Jiwa dan Hati

Aku yang menasihati diriku...
Tepat lagi menasihati nafsuku,
Memujuk ia mentaatiMu...

Berdiamlah,
Dengan dua perkara.

Pertama.
Apabila ditegur kesalahan kita.
Ya.
Ada jiwa yang terguris.
Namun terima.
Jangan terus membantah.
Ya.
Walau kita seolah tahu sebabnya.
Ya.
Walau kita telah terlebih dahulu menganalisanya.
Tidak.
Sebab, sebabnya hanyalah dari perspektif kita.
Tidak.
Kerna kita mungkin tidak habis menganalisa.
Berguna.
Kerna ada sebab Allah membenarkan perkataan mereka sampai pada kita.
Benar atau salah tiada pentingnya.
Tetap.
Tinggal perbalahan.

Kedua.
Apabila melihat kesalahan orang lain.
Ya.
Walau berdalil tentangnya.
Ya.
Kemudian berdalillah pula, kepada diri sendiri,
Tentang bersangka buruk pada manusia,
Tentang umpatan dalam hati sendiri,
Cintailah semua manusia..
Kerna ia suruhanNya pada kita...

Dunia ini hanya satu cerita,
Yang diolah indah dari Pencipta...
Persepsi, pandangan, ilmu kita,
Hanya secedok kecil air dari lautan...
Tiada pernah cukup untuk menghasilkan satu penilaian, persepsi, atau pandangan...

Kepada Allah diserah segala urusan,
Dari Allah dipinta semua penilaian...
Hanya Allah yang berkuasa untuk semua itu...

Tugasku hamba hanya hamba...
Taat patuh pada perintah Tuhannya.Ya Allah ku mohon jiwa yang selamanya merendah diri.
Ya Allah ku mohon hati yang selamanya bersih.

Monday, November 29, 2010

Ya Allah, maafkanlah hambaMu ini yang sering mungkin angkuh dalam bicara. Bicara "aku", bicara "kita". Namun pilihan kata-kata apa yang paling sesuai Ya Allah dalam menyampaikannya? Maafi hambaMu. Aku seringkali ditimpa inkuiri begitu dalam rasa. Mungkin patut berdiam saja selamanya...

Monday, November 22, 2010

Izinkan aku untuk berCINTA

Ku berjalan,
Di bumiMu,
Penuh impian,
Dalam menakluki,

Namun di suatu hari,
Ku tak mampu terus lagi,
Langkahku terhenti,
Seolah terkunci...

Aku berhenti,
Lama,
Aku merenung,
Lama aku merenung,
LangitMu, AwanMu, Bulan BintangMu,
Aku bertanya,
Apa yang kau mahu dariku,
Mengapa segalanya terhenti?

Dalam keinsafan aku kembali,
Langkahku bina,
Satu persatu lagi,
Namun kini,
Ku rasa langkah ini lebih bermakna,
Kerna melangkah dalam menakluk CINTA..

Ku bersyukur padaMu Yang Esa,
Atas langkah lalu yang berhentinya yang seolah dipaksa...
Ku bersyukur ia berhenti,
Lagi terkunci...

Kini aku kembali,
MELANGKAH lagi... :)



Dengan CINTA, ku rasa hidupku kembali bermakna,
Walau ku rebah,
Sentiasa ada tujuan untuk bangun semula,
Walau aku tidak kebah,
Harapanku untuk sembuh tak pernah diselangi putus asa,
Hamba padaMu Yang Esa, Sujud MenyembahMu Selamanya~
Izinkanlah aku untuk berCINTA.

Friday, November 19, 2010

Raya Haji


Raya haji kali ni terlampau biasa. Biasa, lebih biasa dari raya-raya sebelumnya.

Segalanya sangat sederhana, seperti tiada apa-apa yang istimewa berlaku.

Namun yang berulang,

Walau dalam keadaan biasa atau luar biasa,

Ialah kisah Ibrahim dan Ismail, beserta watak tersembunyi, Hajar.

Artikel, khutbah, msg2 raya, byk yang menyebut tentang mereka di kala raya ini.

Lalu ku bertanya diri sendiri,

Apa sudah maju dalam memahami cerita-cerita itu?

Apakah sekadar tahu, Ismail rela disembelih ayah sendiri, Ibrahim rela berkorban dengan menyembelih anak sendiri, dan Hajar yang setia dan tabah walau ditinggalkan.

Itulah yang aku tahu, sejak dari dulu-dulu.

Sekian hari berlalu, aku semakin menghayati mungkin............

Ku suka watak Hajar yang tidak pentingkan diri,
Rela ditinggalkan suami,
Dengan kesetiaan yang tiada tara,
Membesarkan Ismail,
Dengan keimanan yang terjaga....

Ibrahim jangan bersoal tentangnya,
Ibrahim seringkali idolaku dalam soal kepintaran,kebijakan dan kesetiaannya.
Tiada persoalan.

Ismail itu sering ku kasihankan,
Ditinggal ayah,
Tiba-tiba datang ingin disembelih pula.

Watak mereka semua,
Membuat aku menyoal,
Di mana titik pegangan mereka,
Sehingga segalanya,
Diharung dengan penuh suka dan rela....

Allah.
Allah.
Allah.

Ku nampak Allah di balik segalanya.
Ku nampak jiwa yang menyerah segalanya pada Yang Esa,
Mengapa aku tidak setanding mereka,
Ya kerana aku banyak kepentingan dirinya...

Ku harap Allah melatihku menjadi hamba,
Hamba yang rela melakukan apa saja...
Biar dugaan berat tak terkata,
Hati aman berbuat demi Pencipta....


Tuesday, November 16, 2010

Artikel owh artikel

When is a conceptual framework also a theoretical contribution?

Itu artikel yang baru aku baca.Menarik dan menakutkan. Sebab takder clear boundary nak buat conceptual framework. Dan boleh banyak lagik menda yang boleh dipersoalkan. Nak test tuh nanti, betulka cara kita test. Takpe Allah akan tolong kalau Dia kasi task.

Jika research mengajar aku jadi baik....

Rasanya ya.......

Sebab kalau nak ikut akal, maka perlu baca semuanya...lagi banyak tahu, lagi banyak tak tahunya.

Mujur ada hati. Ikut rasa gerak hati. Hati itu tahu. Namun hati perlu bersih. Hati itu tempat perebutan. Antara ilham tepat dan ilham syaitan yang suka mengelirukan, menanam rasa was2.

Itulah hati. Memang perlu jaga untuk kejayaan dunia dan akhirat.

***

Semalam aku mimpi. Mimpi hari kiamat lagi. Entah sudah berapa kali. Tapi serius tak sure, merepek ke tak. Dalam mimpi smalam cam ada merepek jugak. Confirm bila terjaga tuh, sah2 ni pukul 3...btuilaa...amik henset tgok, 3.15.

***

Rezeki. Hampir semua dari kita, sukar untuk percaya, rezeki itu dari Allah. Ada di mana.-mana Kita hanya tahu. Tapi jelas tidak menghayati. Tidak menghayati konsep 'CUKUP'. Allah menjamin 'cukup' bagi mereka yang bertaqwa. Dalam "cukup" itu ada pula konsep kesederhanaan, berbelanja setakat keperluan, berbelanja dalam sedar heeyy ini milik Allah, aku wakil membelanjakannya, berbelanja dalam ada jawapan, nak jawab apa kat Allah nanti dalam bajet macamni...CUKUP, Allah akan mudahkan untuk cukup, Allah kasi tenang jiwa, Allah kasi paham apa itu bahagia yang sebenarnya, Allah jinakkan nafsu untuk tidak lapar harta benda dunia, Allah kasi perasaan qanaah, sentiasa berasa cukup dengan apa yang ada. Wohhhhhh....Allah, jagalah hambaMu ini. Pabila di bawah jagaanMu, tiada perasaan yang dapat dilahirkan dengan kata-kata.

Artikel seterusnya : Elements of Research

Sunday, November 14, 2010

Hatiku yang gelap. Ku ingin ia cerah.

Sekali lagi,
Hati terasa dengan penilaian,
Penilaian manusia,
Tentang erti berjaya...

Sudahlah,
Dari kecil,
Disogok hanya dengan erti kejayaan dunia...

Kini ku sudah dewasa,
Tak mahu tertipu lagi,
Dengan khayalan dan fantasia...

Dunia owh dunia,
Sekeliling sibuk menilai kamu..

Hatiku yang rosak,
Punah ranah dengan sifat mazmumah,
Entah siapa yang peduli...

Solatku,
Yang entah sempurna atau tidak,
Diketepikan,
Dan dikaburi...
Jika dunia dalam rangkulanku,
Pentingnya solat itu di awal waktu,
Pun tidak dipeduli lagi...

Ilmuku,
Yang disogok pinta dipelajari,
Untuk merangkul dunia.......
Ya ramai yang peduli tentangnya....

Namun ilmu agamaku,
Yang secetek, cetek entah ingin ku nilai bagaimana ceteknya....
Entah siapa yang peduli tentangnya.....

Namun aku peduli,
Dan kepentingannya penting sekali...
Dan biarlah,
Biar aku saja YANG PEDULI.....

Jika nabi berdoa,
Ya Allah, jadikan rezeki keluarga Muhammad,
Secukup keperluan.......

Umatmu Muhammad,
Memang patut kau risaukan....

Kini ku mengerti,
Mengapa kerisauanmu........

Sehingga pabila kau ingin meninggalkan kami....
Tak lekang dari bibirmu,
Umatku, umatku, umatku...........................

Owh Allah...
Dengarlah rintihanku,
Jangan kau letak dunia dalam hatiku,
Melainkan ia hanya di tanganku.........

Owh Allah..........
Kepadamu aku mengadu......

Lapangkan masaku,
Untuk mendekatiMu...........

Wahai hati, entah siapa yang peduli dengan kesucianmu, betapa bertarung aku dalam hari-hariku, untuk menjaga kamu.

Ku tak mahu menjalar hitamnya kamu,
Dalam arus dunia,
Sehingga tak mampu nanti ku kesan di mana titik hitamnya,
Akibat legamnya ia,
Dalam kebiasaan penilaian dunia

Maafkanlah aku,
Atas ketidakmampuanku,
Memuaskan hati semua manusia,

Kerna aku sibuk mempelajari cara,
Menjaga hatiku,

Dunia,
Banyak perkara dari kamu,
Terpaksa aku korbankan,

Demi hatiku,
Temanku sepanjang perjalanan,
Yang akan dinilai nanti,
Di akhir jalan...

Ku tahu, banyak yang penting...namun mana yang lebih penting pada saat ini, perlu aku dahulukan. Wahai Allah, semoga, jalan yang ku pilih, atas dorongamu. Tiada manusia yang betul-betul memahami aku.

Thursday, November 11, 2010

Kembali kepada agama

Berehat sebentar.

Berehat dengan menulis, daripada menulis.

Berehat dengan menulis blog, daripada menulis proposal.

Mungkin diri ini berjodoh kuat dengan Tekun :). Kenangan di desa ini banyak sekali. Banyak sekali. Ketenangan dan kedamaian, kebanyakannya diperoleh di sini.

Di suatu malam yang tenang, di suatu masaaaaaa duluuuuuu....

Teringat dan terbayang,

Suatu malam di surau tekun....

Suatu malam di malam Ramadan...

Ada takzirah.......

Soalannya..."Rasa-rasa, apa cara yang boleh selesaikan semua masalah kita?" Masih terbayang akak yang hitam manis, wajah tenang tanda senang, selalu berjubah gelap dan berstokin tangan.

Aku hanya memandang, namun hati sudah ada jawapan.

Pasti jawapannya "Kembali kepada agama."
"Kembali kepada agama."
"Kembali kepada agama."

Ya. Memang itulah jawapannya. Pandai saya meneka.

"Kembali kepada agama. "

Berputar lagi ke masa lalu...

Tingkatan 4, tingkatan 5, kita sudah bijak mengarang. Di tingkatan 5, minat mengarang terbuak-buak dengan karangan-karangan berbau fakta.

Soalannya,

"Apakah faktor-faktor ......(sambung la apa-apa). Bincangkan"

Jawapan kepada faktor, pasti merangkumi tiga perkara ini dalam karangan saya :
1. Individu
2. Pihak yang terbabit dengan soalan karangan.
3. Kerajaan

Seringkali,

Ingin sekali, menambah huraian tentang "Kembali kepada agama". Tahu, itu isi yang hebat dan paling tepat. Namun apabila mengira faktor sensitiviti, atau sebenarnya, tak cukup huraian untuk mengurai isi.........

Isi itu ditinggalkan.

Walau sebenarnya, ingin sekaliiii........menyertakannya.

Ya Allah, sentiasalah, menarik hambaMu ini, untuk "kembali kepada agama". Ajari hambaMu ini bagaimana untuk "kembali kepada agama". Jagalah hambaMu ini ketika dia sudah"kembali kepada agama". Jangan Kau pesongkan hambaMu ini daripada "kembali kepada agama". Semoga akhirnya hambaMu ini, berakhir di dunia dalam "kembali kepada agama". AgamaMu Ya Allah. Aku ingin bahagia yang selama-lamanya.

Wednesday, November 10, 2010

Lakaran tulisan

Ketika hatiku terasa,
Jariku lebih pantas berlarinya,
Seperti ada kuasa,
Yang melepas sakti

Ketika hatiku begini,
Ku mampu mengarang
Sejauh mana,
Ku boleh pergi,
Tanpa henti....

Ketika hatiku begini,
Semakin kelu lidah untuk berkata-kata,
Aku tak mampu bicara,
Selain menulis semuanya....

Berikan aku semua pasir di seluruh lautan, ingin ku lakarkan semuanya dengan tulisan~

Selayaknya


Ketika hatiku lelah,
Ku pinta ia sembuh,
Ketika hatiku sembuh,
Ia akan kembali lelah....

Lalu ku pinta,
Redha.

Lalu ku pinta,
Sabar.

Lalu ku sedar,
Aku hanya hamba

Yang selayaknya...
Menerima apa saja.



Apa itu cinta


Jika diri ditanya tentang cinta,
Ku hanya ingin bicara tentang CINTA.
Cukup,
Enough,
Berhenti
Sampai situ.

Hatiku sudah lama tak terusik
Dengan cinta,
Kerna aku sudah terlampau biasa,
Hidup dalam CINTA.

Ketakutanku,
Lenyapkanlah,

Ku tetap mahu cinta,
Yang wujud dalam CINTA.

Halangilah segala cinta,
Pabila ia jauh dari CINTA Ya Allah.

Pujuklah hatiku,
Angkatlah segala keberatan hatiku,
Ringankanlah hatiku,
Dalam CINTAMU.

Sudah lama ku tiada bicara,
Melainkan bicara doa,
Melalui Kau saja.

Moga segala salah paham,
Dirungkaikan semua...
Bukan tak mahu sesiapa,
Cuma ku pinta Kau uruskan segala...

Amin.

Satu demi satu


Biar pasir itu berlalu masuk, satu demi satu...butir demi butir, perlahan-lahan, lalu tercapailah misi pendek ini...

Jangan cuba mendesak

Tekanan boleh membuat kaca itu pecah...

Masa masih ada, buatlah saja yang terbaik dari jiwamu
Jangan cuba mendesak
Tekanan boleh membuat jiwa rosak

Bergopoh-gopoh itu dari syaitan
Bertenang-tenang itu dari malaikat

Percaya dengan pertolongan Allah diriku
Biar setiap misi,
Membuat kita semakin dekat, semakin ingat, semakin bergantung padaNya...

Hati itu Raja


Saya ada inkuiri tentang statistik.

Saya teringin nak interview orang.

Saya teringin nak analyse result dari survey.

Siapalah yang meletak inkuiri dan keinginan yang menolak diri untuk sesuatu?

Dia.

Sekali lagi, ia bukan sekadar logik.

Dan sekarang, saya sedang memikirkan logiknya.

Hati saya telah berkata.

Sekarang akal, silalah berbicara.

Raja sudah membuat keputusan.

Wahai menteri-menteri, sila berhujah dan berbrain storm kamu sekalian, untuk melaksanakan arahan.

Tuesday, November 9, 2010

Ia bukan soal logik.



Minum white coffee.
Excessive energy.



Hidup perlu selalu positif. Namun cukupkah dengan hanya POSITIF.?

Jika pakar motivasi datang kepada diri, dan hanya bicara tentang POSITIF. Nak cakap boleh blah kat dia.

Positif itu tidak kekal.

Positif itu lebih dari positif.

Persoalan...mengapa saya perlu positif?

Kerana saya ingin berjaya?

Bagaimana jika saya tidak hirau lagi untuk berjaya?

Bagaimana jika saya tidak lagi heran dengan sesiapa?

Bagaimana jika saya sendiri tidak hirau lagi tentang apa yang bakal terjadi kepada diri saya?

Jika tiada mampu menjawab semua ini. It maybe lead to - Bunuh diri. Tak perlu hidup lagi.

Namun jika masih terus mencari jawapan untuk hidup, ia peluang besar, kerana kita akan bertemu tujuan sebenar untuk hidup. Peluang besar yang Allah kasi.

Lebih teruk menjunam ke bawah, lebih tinggi lantunan ke atasnya.

Apabila hidup bukan lagi demi mengejar kejayaan dunia yang tidak kekal, apabila hidup bukan lagi berharap pada sayang manusia yang asek hilang ke mana, apabila hidup bukan lagi demi diri demi kepuasan diri sendiri.......................

Nak hidup buat apa?

Di situlah kita bertemu, menyedari, dan menghayati...

Dari mana kita datang,
Ke mana kita akan kembali,
Untuk apa kita dihantar disini........

Hidup menjadi sangat menarik selepas kesedaran itu. Segalanya milikmu. Aku tak bicara tentang tahu, aku bicara tentang sedar.

Positif dan berjaya?

Ya. Di kala segalanya baik mungkin. Sehingga sekarang, kita kenal P.Ramlee sebagai seorang yang berbakat besar. Namun, kita terlupa, kebanyakan filemnya yang berjaya, ketika beliau di Singapura. Bersama adik beradik Shaw. Ketika beliau berhijrah ke Kuala Lumpur, filem pertama beliau di sini, sangat sadis. Sangat. Zaman kejatuhan bermula.

I dont promote filem industri. Ia hanya contoh jelas apabila kita ingin bicara tentang kejayaan. Berjaya buat filem dan dapat banyak untung - No, its not a definition of berjaya pada diri ini. Cuma ia contoh jelas bagi kebanyakan dari kita, apabila kita bicara tentang berjaya.

Ia membuktikan apa. Kejayaan kita bukan kerana kita seorang hero. Masih ramai penyumbang sekeliling. P.Ramlee cthnya, beliau dibantu oleh production team yang superb pada ketika itu di Singapura. Namun di Kuala Lumpur, sukar, sukar, kerana kekurangan tenaga kerja mahir, kurang peralatan. Bayangkanlah, barang yang bagus2 semuanya diguna pakai di Singapura. Bila dah tak pakai lagi, barulah barang tuh akan dihantar ke Kuala Lumpur.

Jika kita sedang menikmati kejayaan dunia ketika ini. Perhatikanlah. Its not about u only. Perhatikanlah, bagaimana Allah meletakkan sekeling kita kepada kita. Cuba buang sekeliling anda itu, dan bayangkan anda berseorang...anda masih mampu positif lalu berjaya? Tiada langsung negatif?

Positif itu lebih dari positif.

Mainan TAKDIR, jangan pernah diperkecilkan kuasanya. Itulah rukun iman ke-6, percaya kepada qada' dan qadar.

Andai ada seorang yang datang, bicara lagi tentang positif membawa kejayaan.
Andai ada seorang yang datang, bicara lagi tentang usaha membawa kejayaan.

Aku tersenyum sahaja. Tiada mampu menghurai apa-apa. Berdiam dalam berkata.

Kajilah variable anda itu sebaik mungkin. Betulkan ia benar-benar related? Sila beri sampel kawalan, dan sila beri how the hypothesis suit all the situation.

Taknak yang tak suit all. I want all.

Define. Kejayaan itu apa? Truly define.

All my life, I'm searching apa itu berjaya. Apa itu bahagia. Dan aku bertemu ramai manusia yang salah mendefinisikannya.

Kita memburu perkara yang salah. Jika perkara yang diburu itu salah, adakah niatnya mungkin betul?

Sedangkan segala perilaku kita dinilai niat?

Allah itu Maha Teliti.

Kemudian muncul pelbagai motivasi. Motivasi itu baik. Namun bagaimana ia baik, jika ia sedang mengajar kita mengejar yang salah?

Jangan bicara tentang Sulaiman yang kaya raya dan memiliki kejayaan dunia.
Mungkin kita patut bicara tentang Firaun dan Qarun yang kaya raya dan memiliki kejayaan dunia.

Kita hampir ke mana?

Jawab dengan telus.

Atau tiada ilmu untuk berani bicara?

Atau tiba-tiba tersedar kita tak pernah mencari ilmuNya.

Sedarilah, kalau tanpa ilmu.........kejayaan dunia tak akan membawa kita kepada Sulaiman. Selain ia sangat menghampirkan kita kepada Qarun dan Firaun.

Semua ini memerlukan renungan yang panjang berjela. Dan sangat memerlukan hidayah Allah dan bimbingannya.

Berjaya itu sangat sederhana ertinya di dunia, namun bombastik pengertiannya demi akhirat.

Bosan, dengan yang masih bicara akan logik untuk berjaya. Logik kamu boleh buang ke tepi andaikata kamu diuji dengan ujian bertalu tak henti-henti.

Owhh manusia, owhh kita manusia......

Seringkali kita lupa, kita wakilnya. Tugas kita menyampaikan nikmatnya kepada satu sama lain dalam melalui hari-hari.

Jangan fikiranmu terperah dalam mengejar KPI, jangan kamu tidak ingin menolong orang lain di saat kamu sendiri sedang mengejar sesuatu demi dirimu.

Selamilah, dan lihat lebih dari itu.

Pelajarilah, untuk memudahkan kehidupan orang lain. Allah akan permudahkan kehidupan kita. Jangan berlakon. Kita bukan sekadar membawa PERSONALITI begitu, namun perlu berCHARACTER begitu.

Personaliti itu apa yang ditampilkan.
Character itu siapa diri kita yang sebenarnya.

Tiada guna berbuat sesuatu, namun ada rasa tidak puas dalam hatinya, lebih teruk, andai ada sumpah seranah dalam hatinya.

Kekuatan Allah beri, untuk kita memudahkan kerja orang lain. Sengaja Dia ingin menguji, samada kita rela berkongsi. Atau kita lupa diri, dengan keupayaan yang diberi.

Ini bukan soal logik. Dikala kita merasa tersekat tidak mampu melakukan sesuatu, bergeraklah untuk membantu orang lain, dengan sesuatu yang kita mampu. Nescaya bantuan akan sampai, untuk membantu dirimu yang sedang tersekat itu.

Ini bukan soal logik.

Keikhlasan,
Keberkatan.

Variables itu jangan pernah dipermainkan.

Ini bukan soal logik.

Hey api itu panas. Ahmad Fahim pun tau. Itu logiknya. Atau itu general knowledgenya.Namun Ibrahim salju dingin takkala dibakar di dalamnya. Kita ingin mengambil teori logik dari mana?




*Ia bukan soal logik, tidak bermaksud menolak logik, namun soal hidup lebih dari sekadar logik. Jika benar kamu insan tulen akan logik semata-mata, sukar untuk aku meneruskan bicara dengan kata-kata. Semoga Allah sentiasa memberi ilham kepada kita. Aku hanya hamba. Kau juga hamba. Ya kita sama-sama hambaNya. Semoga kita makin bijak dalam menganalisa rahsia-rahsia dariNya, yang pastinya melangkau, logik-logik manusia.

No excuses wahai hamba



Ku ikut cakap hati...



Wahai hamba,
Mengapa kamu gusar melalui dunia?
Bukankah kamu hamba,
Wakil Allah di dunia?

Jika kamu hambaNYA,
Allah itu Maha Pengasih,
Lagi Maha Penyayang,
Dia cukupi semua bekalanmu,
Bagi satu misi di sini..

Jika kamu ikut cakap hati,
Kamu pasti tahu,
Takkala menghulur wang alat dunia,
Kamu sedang membelanjakan milik Allah adanya...
Bekalan yang Dia sediakan,
Untuk kamu khalifah di bumi...

Jika kamu ikut cakap hati,
Kamu pasti tahu,
Gerak kamu melaksanakan kerja hari ini,
Adalah arahan dariNya,
Sebagai salah satu task dalam misi kamu di bumi,

Segalanya,
DariNya,
Bukankah begitu wahai hamba?

Jika begitu mengapa gusar,
Kamu terus berjalan,
Belajar mendekatiNya,
Pasti Dia tunjuk jalan,
Selepas belajar praktikkan,
Kamu akan mengerti apa itu keindahan....

Pabila indah,
Nyaman saja hidup ini,
Walau apa saja misi,
Yakinmu kerana yang abadi....

Sedarilah diri,
Melangkahlah hari ini,
Dalam menyedari,
Ia cuma misi.................
Kamu pastikan pulang,
Untuk berehat riang di sana nanti..

Berpeluhlah,
Berpenatlah,
Berusahalah,
Semaksimum mungkin,
Demi misiMu wahai khalifah di bumi...

Berusahalah,
Sehingga lelahmu nanti,
Ditelan nyamannya angin bayu...
Di sana jua.......
Tiada alasan wahai Aszifa, tugasmu berbuat baik sesama manusia, kamu wakil Allah, khalifahnya dalam menyampaikan pelbagai nikmatnya. Tiada alasan wahai Aszifa, teguhkanlah hati itu dalam melangkah. Ikut cakap hati. Yang sentiasa sedar kamu akan kembali.

Monday, November 8, 2010

Arrogant


"He is quite arrogant...arrogant skitla" bicara rakanku yang memang banyak cakapp tu.. Aku angguk2 je...sambil mengunyah ayam yang agak liat, berusaha menghabiskan nasik yang masih banyak...

Terimbas pula, scene tuh.

Arrogant. Betul ke dia arrogant. Dah lama aku tak judge orang. Mungkin peristiwa harini mengingatkan aku, samada dia tuh arrogant. Whooaaahhh...who cares? Tipula, aku care.

Arrogant. Ini adalah salah satu perkataan hikmat dalam hidup aku. Arrogant.

Sehingga aku lali. Terlampau lali dan tidak berasa apa-apa lagi. Sehingga aku lupa, insan di depanku arrogant mungkin.

Arrogant itu complex.
Arrogant itu complicated.
Arrogant itu sukar disembuhkan.

Aku lali. Lagi mangli. Cakap mau tinggi saja. Cakap tak mau kalah. Kalau ada pendirian, benar-benar nak tegakkan. Ego! Ego banyak sampai nak meletup. Kata-kata sindiran boleh jadi pedas!Kalau rasa nak cakap, cakap....x pertimbangkan langsung perasaan orang lainkah? Emosi tak stabil..kejap begitu, kejap begini. Kejap baik, kejap senyum, kejap dingin! Aperkah? Semua ikut kamu sajakah? Ya, semuaaa kamu. Kamu saja yang betulll!

Itu bukan definisi arrogant. Namun seringkali, itu pandangan yang mengisi orang sekeliling apabila kamu dikatakan arrogant. Itu seringkali pandangan sekeliling pada kamu, samada terluah, atau tidak terluahkan!

Aku lali. Lagi mangli. Sangat lali dan mangli.

Jika arrogant seringkali dikelirukan dengan confident, seorang yang arrogant tidak mampu confident jika tanpa arrogant. Tiada confident lalu jadi apa?

Entah aku telah lama lupa.

Ku seringkali tutup mata. Ku buka mata hati.

Yang ku nampak adalah jiwa yang rapuh. Jiwa yang sanggup berbuat apa saja demi yang disayang. Namun tetap berlawan antara jiwa yang sebenar, dengan jiwa yang ingin ditonjolkan.

Jika dipertontonkan jiwa sebenar itu pada seluruh dunia, maka mungkin jiwa itu rela menjadi hamba pada sesiapa saja, demi cinta dalam hatinya. Dalam jiwa itu ada banyak cerita.

Namun seringkali berkonflik dengan keeogaannya.

Dalam jiwa itu sering ada perlawanan. Hampir tidak habis peperangannya.

Jangan menembak dia dengan senjata bising.

Sapalah dengan penuh kelembutan.

Bukan saja kelembutan luaran.

Namun kelembutan hati.

Dia tak hirau suaramu yang tinggi.

Dia tak hirau faktamu yang tepat sekali.

Dia tak hirau tentang bagaimana kamu rayu tangis menangisi.

Kelembutan hati. Lidah yang tidak perlu berbicara. Suara yang tiada dengar. Hanya suara hati yang tersimpan dalam.

Kaitlah kelembutan. Kelembutan pada hati. Ketulusan pada hati yang memahami. Keikhlasan pada hati yang sentiasa berharap yang lebih baik pada dia.

Bersuara saja dari dalam.

Aku lali, lagi mangli.

Diriku hanya berdiam. Namun hatiku sedang bicara. Kerna bicara hatiku tidak perlu melalui egomu. Bicara hatiku tidak perlu menyentuh egomu. Bicara hatiku terus sampai pada hatimu.

Tidak perlu gentar menghadapi kamu.

Allah pemilik segalanya tentang kamu.


*Allah banyak mengajar diri, dengan menghantar insan-insan sebegini yang sering mencuit inkuiri. Allah mengajar erti berserah yang sebenarnya. Allah mengingatkan diri ini, sejauhmana entah bagaimana jenis manusia yang kita terpaksa berdepan dengannya, namun Allah sajalah yang memegang ubun-ubunnya, memegang hatinya. Lidah dia tak mungkin kelu, namun akan kelu, jika Allah kelukannya. :) Sudah agak lama aku melupakan. Melupakan characteristic manusia. Ku serah saja semua, pada Allah yang Maha Esa. Aku hanya hamba. Kau juga hamba. Ya, kita ini sama-sama hambaNya :)

Hidup bersujud dalam keindahan


Selesai lipat baju,

Nak kemas buku-buku di rak,

Rak atas.....tertarik sebuah buku Hamka, terlintas untuk membuka...

"HIDUP ITU UNTUK APA?"

Mukasurat yang diselak terus menampakkan pertanyaannya pada bait pertama dalam paragraph..

Mata mengarah ke atas, mencari tajuk chapter ...."Hidup dan Keindahan".

Owh dah penah baca dulu...hati yang tertarik dengan peringatan, meneruskan pembacaan.. Kerusi ditarik, posisi biasa, berdepan dengan laptop di atas meja , berdepan dengan tingkap utama...


Hidup itu untuk apa?

Alangkah murahnya nilai hidup ini, kalau hanya semata-mata terbatas pada kebendaan. Apalah harganya manusia ini kalau fikirannya hanya tertuju kepada nasi dan gulai, roti dan garam. Tak pernah matanya singgah kepada bunga yang sedang mekar atau bintang berkelip di halaman langit.

Pause, menjenguk sebentar ke luar tingkap, mata mengarah ke langit indah yang biru...tampak kukuh gunung yang mewarnai separuh langit biru dengan warna hijaunya yang menyejuk mata. Diri ini tersenyum, terima kasih Pencipta...atas peringatan pada hati.

Mata mengarah ke bawah ingin menyambung pandangan pada pokok. Terpandang lelaki dan perempuan berjalan bersebelahan. Ooops, tak besh..kenangan tak indah :)...

Mata melirik semula pada paragraph kedua..

Alangkah kersangnya hidup itu, kalau kerja petang pagi, siang malam, hanya menghitung membilang, membagi, membuat kali-kali. Memperinci ilmu pasti pada alam, tetapi tak meresapkan keindahan yang ada dalam alam.

Tubuh menghendaki benda untuk menyuburkannya; dia hendak makan, hendak berpakaian, hendak bertempat tinggal. Akal berkehendak kepada bahan yang akan difikirkan menurut undang-undang berfikir(logik). Tetapi di samping tubuh dan akal, ada lagi perasaan halus ('atifah atau gevoel)

Yang meninggikan semarak perasaan halus itu ialah keindahan.

Hmm...Hmm...hm,,,hmmm...~^hmm~Hmm~. Automatik ada suara keluar dari anak tekak, seolah2 melagukan sesuatu..diri bertanya, lagu apa nihh ehh....ingat iramanya, tapi liriknya tiada...lagu apa nihh ehh...Suara irama itu bersambung2..seolah diri merasa apa itu keindahan yang sebenarnya...

Perasaan ialah garam hidup. Dengan perasaan manusia merenung, mencari ketenangan dalam pergolakan. Menampak bahagia dalam sengsara. Menampak jernihnya masa depan dengan nada rendah mengendur, itulah dia muzik dari kehidupan.

Ketepikan sebentar buku, anak panah mouse ditarik kepada RealPlayer yang sudah sedia terbuka, mengarah ke icon '+'. Mengnarowdownkan folder. Mp3->Lagu->@Religious ->Opick. Ya, irama ni lagu opick...tapi lagu mana satu ni, x ingat.....

OpicK - Album YA RACHMAN
Opick - Dibawah Langitmu(Full Album)
Opick Shollu Ala Muhammad

Satu demi satu folder dibuka, x jumpa pun mana lagu tuh..memang tak ingat...add je la beberapa lagu..

Dibawah langitmu
Dunia tanpa cintanya
Andai waktu memanggil
Mendambamu
Opick Ft Melly - Takdir

Ok. Play.

Perasaan, apabila diasuh-diasah, tajamlah dia untuk mencari yang indah. Sehingga dilihat orang di luar dinding, disangka orang seksa, padahal bagi orang dalam dinding dirasai nikmat.

Hmmm~^hmmm~^~hmmm~.....berirama lagi...... berselang seli sambil menghayati bacaan..

hmmm~~........terus irama itu bersambung untuk berduet bersama Opick........

......Di bawah langitMu~
Bersujud~
Semua memuji memuja AsmaMu~
Dan bertasbih semua makhlukMu~
Tunduk berharap~
Cinta dan kasihMu........................~

Manusia sejak dia dijelmakan, selalu merentangkan tali di antara alam dengan hatinya. Tumbuhlah kehalusan perasaan itu dengan sederhana pada mulanya, kerana melihat keindahan langit, kesuburan bumi dan keluasan laut, warna-warni bulu burung dan mekarnya kembang, matahari terbit dan terbenam. Tetapi kerana beratnya tekanan hidup, mencari beras seliter kadang-kadang kendurlah tali hubungan hati dengan alam itu atau pudar sama sekali. Demi apabila keperluan sehari-hari beransur kemakmurannya, mulailah dirasai bahawa hidup bukanlah semata-mata mencari makan. Hidup bukanlah semata-mata tekun mencari ilmu. Ada yang lebih tinggi dari makan dan ilmu, iaitu kehalusan perasaan buat menangkap yang indah, yang ada di keliling diri.

Bila ini tercapai, inilah "Hidup".

Bacaan, tulisan dan irama seolah bersatu....Angin ku rasa sejuknya kamu memeluk aku..
Ku rasa sedang bersatu dengan alam, untuk bersujud bersama bintang yang sedang muncul sekarang...

Ku pejam mata,
Benarlahh...
Yang ku lihat......
Kami semua sedang bersujud padaMu Ya Tuhan.......bersujud dalam keindahan~

......Di bawah langitMu~
Bersujud~
Semua memuji memuja AsmaMu~
Dan bertasbih semua makhlukMu~
Tunduk berharap~
Cinta dan kasihMu........................~

Bila ini tercapai, inilah "Hidup".



*Pandangan Hidup Muslim - Prof Dr. Hamka - pg 81-82
*Opick - Album Di Bawah LangitMu - Dibawah langitmu

Sunday, November 7, 2010

Sejarah P.Ramlee


Mencuri masa sebentar, untuk menulis sesuatu. Mengulas mungkin.

Aku suka sejarah. Aku itu sejarah. Sejarah itu aku. Minat yang tinggi dengan sejarah, muncul tika umur 14 tahun mungkin. Sangat meminati bab tokoh-tokoh perjuang tanah melayu, Dol Said, Tok Janggut, Dato' Maharajalela, etc, yang bersungguh-sungguh memperjuangkan tanah tempatan.

Minat kepada sejarah itu, membawa diri membelek2 buku2 biografi mudah. Ralit pula membaca kisah Christopher Columbus dan misi pelayarannya, serta buku2 seumpamanya.

Semasa kita kecil, kita tak kenal siapa kita, kita harung hidup kerana minat. Pabila dewasa, kita mula menganalisa. Benarlah, aku peminat kepada manusia, tambahan lagi manusia yang tinggi cita-cita, berjiwa besar, dan berjiwa pejuang.

#History tetap menjadi pujaan hati :). Kerana ia penuh kisah2 sejarah. History yang ditonton semalam, menggamit hati untuk menulis di sini. Menonton biografi Mahathir, tidak se-emosi menonton biografi ini. Ada tangisan yang menyertai biografi P.Ramlee.

Aku menonton nilai. Nilai dalam kehidupan seorang pejuang Melayu. Pejuang filem-filem Melayu.

Dari kecil, aku tahu, kehidupan P.Ramlee ini byk ranjau. Kisah perkahwinannya saja sudah mengkonfiuskan. Ditambah dengan cerita kesusahan, dan kemiskinan di akhir usia.

Cuma semalam, kronologi hidupnya, tersusun teratur dalam minda.

Di akhir kisah, ada tangisan diri yang mengiringi biografi ini. Tak dapat diri ini mengulas tentang kehidupannya sebagai seorang pelakon, ya, yang sudah pasti mempromosi kisah aurat terbuka dan seumpamanya. Biar Allah saja yang menilai segalanya.

Namun tangisan itu kerana melihat jatuh turunnya hidup, perit getirnya hidup. Emosi itu tertarik, dengan kisah cinta seniwati dan biduanita. Tak dapat diri ini menipu diri, agak tersentuh dengan cinta Saloma pada suaminya.

Hidup mereka sememangnya jauh. Sekali lagi terasa Islam itu di mana. Entah~.

Kisah kenakalan P.Ramlee dari kecil, bersama rakannya Suwardi, memenuhi episod2 awal dalam biografi ini. Ia menjawab inkuiri tentang kenakalan P.Ramlee yang jelas tampak dalam filem-filem beliau. Kenakalan yang tersendiri :)

Rupa-rupanya, P.Ramlee pernah bersekolah di sekolah milik Jepun. Di situ dia belajar formal dan juga muzik. Kerana kemahirannya yang tinggi dalam penulisan, beliau ditempatkan di bahagian Torpedo. Dipimpin Jepun, pasti beliau terdidik dengan disiplin yang tinggi. Kan?

Kisah beliau merantau ke Singapura berlaku di awal pagi Syawal:) Entah mengapa pilih hari tersebut:) Kisah keluarga, kisah adik beradik, tidak banyak yang disentuh. Kisah hidup awal, hanya setakat bersama Suwardi.

Kisah setelah merantau ini, yang paling banyak mengundang emosi naik turun diri ini. Tak sanggup mengulas, penat melihat perjalanan hidup P.Ramlee. Penat jua, mungkin kerana, bidang dan dunia hiburan, bukan dunia diri ini...tidak pernah diri ini menyukai, kehidupan artis yang berpopulariti. Lahir seolah untuk menderita. Dijulang ketika menjulang. Dihina takkala terbuang.

Kisah adik beradik Shaw yang melebihkan P.Ramlee berbanding pengarah-pengarah lain, hanya kerana wang dan money? Mungkinkah? Di saat untung, apa saja diberi. Sehingga kini, mereka saja yang mengaut royalti. Itukah dunia? Ditambah konflik pemulau-an P.Ramlee dari wartawan dan orang-orang seni yang dengki. Sekali lagi, itukah dunia?

Yang diri ini tampak, P.Ramlee seolah tak menghiraukan wang atau dengki. Tampak nilai keikhlasan dalam dirinya yang memperjuangkan SENI FILEM MELAYU. Sehingga akhir hayatnya, tak pernah putus asa untuk melihat Filem Melayu bergerak menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik. Diri ini tak bicara tentang perjuangannya yang mungkin tidak selaras dengan perjuangan seorang Islam.

Namun diri ini memerhati nilai dalam dirinya pabila bicara tentang Perjuangan. Nilai keikhlasan, nilai kemurahan hati, sentiasa ada dengan P.Ramlee. Tak pernah dengki, berbaik dengan semua manusia, berbuat senang hati semua yang berada dengannya. Tak mungkin menipu, diri ini terharu.

Peritnya hidup, bagi diri ini yang memerhati, sepanjang perjalanan hidup P.Ramlee. Namun yang paling perit, antara 1972-1973. Setahun yang menyembunyikan kesedihan dan kesusahan hati di sebalik wajah gembira tak berduka. Walau tiada siapa yang peduli lagi. Kontrak yang tidak mungkin disambung lagi dengan EMI, kesusahan sehingga terpaksa membuka meja mahjong, artis yang julang kemudian mencari rezeki dengan menyanyi bersama isteri di majlis perkahwinan, menjadi juru acara majlis-majlis kecil, menambah terharu diri ini dalam memerhati kronologi.

Namun peribadinya, tetap diri ini kagumi. Semoga pemergiannya pada 1973, dalam tidak dikenang orang, dilupakan, seolah dihina akibat tiada lagi harta, pangkat dan nama....membawa ingatan yang tidak terhingga pada Allah Yang Esa. Kalau mengingat lagi, pasti mata ini berkaca.

Kronologi hidup yang sebegitu, membuatkan diri ini semakin kuat dalam meneguhkan pendirian, "berbuatlah kerana Allah", "dunia ini tidak kekal", "jangan salah berjuang", "berjuanglah dalam nilai yang paling disukai Allah".

Kata P.Ramlee pada Aziz Satar, Aziz, kalau aku mati sehari, orang akan ingat aku 1000 tahun lagi...

Tetap diri ini tampak nilai tidak meminta pada diri P.Ramlee. Tiada dendam, tiada mengeluh...hanya terus patuh dalam meneruskan hidup. Benar2 berharap, semoga beliau pergi dalam tersenyum. Seperti kata Ahmad Nawab, jasad kakunya seolah tersenyum.

Sungguh diri ini melihat dunia dalam kisah P.Ramlee. Dan layaklah merindui akhirat yang sejati.

Kita belajar dari sejarah. Jika sejarah seringkali berulang, adakah kerana kita tidak belajar darinya? Atau sememangnya hidup kita semua hanya untuk mengulang sejarah?

Diri ini teringat buku Agung. Yang di dalamnya terkandung pelbagai kisah yang dianggap sejarah. Namun sejarah bukan sejarah. Bukan untuk dihafal fakta dan kronologi, melainkan ia kisah hidup, untuk dihayati, dipelajari, kemudian diperbaiki dalam diri.


Saturday, November 6, 2010

Tak bisa lepas dari dosa

Pabila hamba itu merasa berdosa,
Dan ingin berpaling dari yang Esa,
Dirinya tak mungkin lagi,
Berbuat apa-apa...

Mana mungkin kamu,
Yang hanya hamba,
Bekerja dalam meminta izin Pencipta,
Setia dalam hari memuja dan menyembah Dia...

Jika berpaling,
Kamu ingin terus berbuat apa?

Lalu,
Berpalinglah semula,
Ke sini...

Walau setinggi mana malu mu,
Atas dosa kehendakmu...

Dia sentiasa ada,
Untuk memaafkan kamu...

Yakinlah dengan kasih sayangnya,
Yang sentiasa menyayangi kamu....

Aku mengerti Engkau Maha Adil,
Namun jua ku turut mengerti Engkau Maha Pengasih lagi Penyayang,
Ku mohon ampun,
Atas kasihMu,
Ku mohon ampun,
Atas sayangMu...
Ya Tuhanku,
Maafkanlah aku...
hambaMu

Friday, November 5, 2010

Mari Berlumba



Dunia sememangnya tempat berlumba.

Ya, berlumba antara kita.

Persoalannya, berlumba dari segi apa?



"Akak, saya nak gamba dekat sini, NO 1, bagi nampak perkataan FINISH" sambil menunjuk ke arah trek berNO1. :)

Terlintas terus di hati, aku di sini BERLUMBA untuk apa?

Mengapa mahu NO1? Mengapa mahu FINISH?

Terlintas perkataan LUMBA dalam Buku Agung.

Usai makan pagi, makan tengah hari, diri ini mengedit2 gamba, selesai upload di FB.

Tergedik2 jari, mencari, "LUMBA" - Quran Reciter.... menilik dan memerhati, tak salah apa yang aku terlintas tadi...

Sudah 25 tahun aku hidup, mencari TUJUAN HIDUP yang sebenarnya. Bertahun, Akhirat dan Dunia seringkali menjadi kata-kata kunci. Tak habis2 dengan comparative study.

102:001 Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh),

057:021 Berlumba-lumbalah kamu (mengerjakan amal-amal yang baik) untuk mendapat keampunan dari Tuhan kamu, dan mendapat Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya; yang demikian ialah limpah kurnia Allah, diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah sememangnya mempunyai limpah kurnia yang besar.

Cukuplah aku berlumba, berlumba-lumba, untuk menjadi hanya HAMBANYA.

Finish!
Duduk diam2 dan bersenyap2, bertenang2, dan jawapan itu sentiasa ada. Sentiasa ada.

Thursday, November 4, 2010

Betapa kita ingin,
Andai tidak dipermudahkanNya,
Tidak mudah juga...

Betapa kita ingin,
Andai tidak dilapangkanNya,
Tidak lapang juga...

Ingin tetap ingin,
Biar ia tetap dalam hati,
Biar nanti mati dalam ingin,
Dari mati dalam tiada ingin lagi...

Biar Dia saja yang menilai hati...

Wednesday, November 3, 2010

Evaluate

Arini kakak saya bagi berita gembira! Hubby dia posting ke SP. huhu!

Ntah tak terbayang perasaan tuh...gembira sangat! Suka bila semua ahli keluarga boleh duduk dekat2....Klau duk satu rumah lagik besh tuuuhh!..kiki..For a while duk satu rumah la, sementara nak carik rumah sewa kan. :) Thanks Allah!

Arini ader poster presentation, n luckily or tak lucky pun tak tahulah, ramai jugak yang tak sempat dievaluate, so myself pun postpone la jugak. :) Allah tahu yang terbaik. Redha dan tawakal.

Tech writing, poster presentation, kelas2, talk2, seminar2...pegilah, increse semangat untuk research. :)

Research bukan kerana research itu sendiri, perjalanannya~~.Research ialah satu process, research ialah satu journey.

Mengapa saya berada di sini? Jawapan tuh kena kuat, sebab akan tanya diri sendiri, berkali2. Jatuh bangun semula. Demi suatu cita-cita.

Pemilihan supervisor yang tepat juga penting. Setiap orang juga manusia, ada kelebihan dan kekurangannya. Kena tolerate sangat2. What kind of supervision u want most? Cause we wont get somebody yang perfectly suit us.

Ada determine kah? Anda ingin finish on time kah? Anda nak rilex2 kah? research is part of ur life, or ur life is research kah?

Klau pikir memang byk hal. :) Selalulah pikir, Allah salu beri apa yang kita perlu. Rahsianya, terkadang kita tahu, terkadang kita tak berapa tahu, terkadang kita memang tak tahu langsung. Namun kita akan tahu, kerana kita semua akan dievaluate di tempat asal kita nanti :). Akan tahu jugak, cuma kena SABAR sementara nak tunggu balik sana.

Allah has teaches me a lot, dengan perkara2 baru dalam tempoh 3 tahun kebelakangan nih. Jangan abaikan faktor KEBERKATAN dalam hidup.

Kadangkala, kita selalu nampak, ok logicly, apa yang kita patut buat? Kita selalu tinggalkan soal keberkatan.

Sebnarnya keberkatan tuh sangat penting.

In this 3 years, Allah mengajar diri ini, byk menda2 dan nilai2 yang tak nampak, berkat, ikhlas, erti rezeki yang sebenarnya.

Sesuatu yang abstrak mungkin. Sesuatu yang tidak dibicarakan dunia. Sesuatu yang begitu terpinggir dalam kokurikulum negara kita. Sesuatu yang hampir tidak ingin dievaluate oleh sesiapa.

Sesuatu yang begitu penting, namun jauh ditinggalkan.

Benarlah, dunia ini bukan tempat tinggal diri ini. Cuma menumpang lalu. Ambillah apa yang perlu.

Perjalanan yang panjang. Mencari TUJUAN hidup yang sebenarnya. Menjawab inkuiri hati, mengeksplorasi dan bereksperimen sendiri. Berpeluang membuat comparison, antara tempat lalu, dan kampung sebenar. Macam buat research pulak!

HambaMu minta Engkau pandu. HambaMu yang sedang memohon ilham dalam kelabu.


Sunday, October 31, 2010

Saturday, October 30, 2010

Tak pernah aku menolak dunia,
Cuma ajarilah wahai khalifah-khalifah di dunia,
Berbuat di dunia demi tanggungjawab sebagai hamba,
Bukan berbuat di dunia, demi kepentingan dunia...

Bezanya nyata...

I wanna go home ?

Jangan pernah lagi bicara,
Tentang harta, pangkat dan nama,
Kehancuran yang sememangnya kehancuran,
Yang melanda penduduk dunia...

Jika kalian sering bersuara,
Ku rasa tiada lagi tempatku di dunia,
Ku rasa ingin cepat pulang,
Bahagia di sana...

Kerana aku ingin pulang dan bahagia,
Sepatutnya aku masih di dunia,
Sabar dan jalani
Seadanya
Segalanya

Ujian dan dugaan yang menerpa

Hope!


Ya Allah,
Aku memohon kekuatan hati,
Untuk meneruskan hidup ini
Dengan penuh semangat adanya :)

Ku melangkah dalam harapan,
Segalanya akan pulih sesedia kala,
Berilah aku semangat,
Walau dengan apa cara...

Aku hidup dalam HARAPAN,
HARAPAN padaMu yang Maha Memberi,
Yang Maha Merancang,
Yang Maha Menyayangi.....

Friday, October 29, 2010

Tidak mungkin rajin sahaja...

Rajin tidak datang semulajadi untuk diri saya..

Rajin bererti:
-berusaha untuk rajin
-melawan kemalasan
Jika perlu motivasi rohani, selalu menapak di Gentarasa.com dan langitilahi.com .

Terima Kasih Ya Allah, kerana selalu memberi nikmat membaca dalam diri, dalam mengamati dan menghayati, ilmu-ilmuMu dari insan-insan ini.

Motivasi apa?

Motivasi untuk jadi insan yang lebih baik. Motivasi untuk menerima diri sendiri seadanya. Motivasi untuk terus hidup walau naik turun imannya. Motivasi untuk terus hidup di dunia, walau .... ? :)


Ya Allah, ku ingin cahaya. Berilah, letaklah cahaya pada hatiku ini, walau dengan apa cara...

(^,^)vs (-.-)

Compete dengan diri sendiri.
Kenali diri.


(^,^)vs (-.-)



(The best of me ) vs (The ***** me)


Seimbanglah ya. Kenali diri, kenali diri, melalui hikmah2 dariNya. Setiap dari kita, ada kebolehan masing-masing. Kita pasti ada sumbangan tertentu untuk komuniti dunia ini.

Wednesday, October 27, 2010

Belajar dari Yusuf

"If you have trouble or in bad situation, just recite Surah Yusuf." "Allah will removes the trouble and sadness."
Sempat mencapai pen dan buku catatan, lepas habis solat tadik. Mencarik ayat-ayat tuh dari Pak Arab. Terimbau, years back, naik train sambil asek membaca terjemahan Surah Yusuf.

Kisah Yusuf, tuh je yang salu dibaca takkala rasa sesak takleh nak go on. I would say, betul la apa kata Pak Arab tadik tuh. I read the terjemahan, sampai rasa I'm reading a story! A great story.

Kesedihan tuh akan dihilangkan Allah, jika kita menghayati, kehidupan Yusuf. KEHIDUPAN. See a kronologi. Bagaimana, kehidupan Yusuf semasa kecil, remaja, sehingga dewasa.

Ini Yusuf. Ini saya.

Yusuf vs Saya.

Yusuf sangat cool. Yusuf sangat redha. Yusuf tak kesah pun orang nak kata apa kat dia. Yusuf tahu, Allah sedang mengujinya.

Ye la Yusuf nabi?

Bukan untuk dibanding untuk dibanding, namun dibanding untuk dicontohi. Dugaan saya tidak mungkin SEBERAT Yusuf. Sebab dia Nabi.

Namun, kisah Yusuf telah menggambarkan bagaimana YUSUF menghadapi DUGAANnya yang BERAT itu.

Contohilah Yusuf dalam menghadapi DUGAAN saya yang TIDAK SEBERAT mana ni.

Bagaimana? Baca sendiri! :)



*Pesanan untuk diri sendiri , baca lagi :). Rasa malu ja nak cerita dugaan sendiri, bila dugaan Yusuf sebanyak tuhh..mmg tak sedar diri ini, diri yang sebenarnya HAMBA. Layak diperbuat apa saja oleh PENCIPTA.


Tuesday, October 26, 2010

Bahaya Tidur di waktu pagi


[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rezeki.

Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit solat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Artikel penuh di :http://www.halaqah-online.com/v3/index.php?option=com_content&view=article&id=977:bahaya-tidur-selepas-subuh&catid=36:tazkiyatun-nafs&Itemid=84

Monday, October 25, 2010

Inkuiri?



Selalu dengar budak yang buat research cakap, "Buat je, nanti nampak la tuh.."

What is "Buat je, nanti nampak la tuh..?" - huh?

Is about, knowing that u want to know something, and u don't know about it yet.. so, you find. Memang sangat step by step.

Di peringkat permulaan, its not about knowing the right answer, its about knowing the right question!

What do you want to know?

In simple word,

ia INKUIRI.

Aper itu INKUIRI?

Kena balik umah minggu depan, balik bukak solusi, quote balik kata-kata Imam Al-Ghazali, ia memang motivasi!

Simplynya lah aper itu inkuri? Saper yang meletak inkuiri?

Bila Ahmad Fahim tanya....

Su jie, apa ni?
-Bedak
Bedak apa?
-bedak su jie la
Bedak su jie apa?
-bedak su jie pakai la, orang pompuan pakai bedak camni, orang laki tak pakai.
Bedak su jie pakai apa?
-iihh, bedak su jie la, ni bedak simply siti, ada cop halal..nampak niii...sambil menuding jari ke arah cop halal.
Cop halal apa?
-Cop halal la, cop halal ni kena ada, orang Islam kena pakai barang2 yang ada cop halal, elak was2...

Sib bek dia tak tanya...pakai bedak ni termasuk satu ciri berhias tak su jie? Boleh pakai bedak tebal2 tak su jie? Klau nipis tahap mana su jie? - haha, google sendiri bab berhias. Su jie masih belajar memperbaiki diri bab berhias ni amad.

Biar kat ahmad, sampai malam satgi dia tanya, so, satu soalan dia tanya, kalau su jie malas, su jie jawab panjang2...haha, bagi dia takleh catch keyword apa utk ditanya

Ahmad Fahim :" (keyword) apa........?"

Tgok budak2, mereka suci, saper yang meletak inkuiri dalam hati?

"Allah".

Quote Imam Al-Ghazali :
" " (to be completed on Sunday Oct25)



Jadilah SUCI su jie
1. Selalu jaga NIAT, betulkan niat.
2. Refine, MATLAMAT, jaga MATLAMAT.
3. CARA. Hiduplah cara ISLAM ya su jie.

Mintak Allah guide. Allah akan guide, insyaallah.

-Bila ada masa, nak berehat, pegi :
1. Search perkataan 'inquiry' kat google image.
2. Look at the rajah2 yang nampak sesuai utk bentuk mind set.
3. Baca artikel tersebut.

Supervisor saya marah nanti saya buat keja2 gini, kiki-buang masa nak revise balik skill. Kamu researcher memang patut ader skill gitu kan aszifa.... Maaf puan, saya sangat MIND SET orangnya. Menda dah tahu pun, saya perlu ulang2. Cam ulang2 baca quran, saya TAHU Allah ada, ulang lagi, saya SEDAR Allah ada, ulang lagi, saya YAKIN, Allah ada dekat dengan saya, lebih dekat dari urat leher.


* Nasib aszifa, inkuiri dia start dari VERY BROAD nye inkuiri. Memang menarik Allah melatih diri ini sebagai seorang HAMBA, yang benar2 HAMBA yang bergantung padaMu saja Ya Allah..hanya memikirkan Allah itu Maha Mengetahui, miliknya langit,bumi dan segala di antaranya....hamba ini mampu meneruskan.

Sunday, October 24, 2010

Lawan Hawa Nafsumu

Sumber : http://genta-rasa.com/2010/10/20/lawan-hawa-nafsumu/


Bagaimana keadaan kita jika terlihat seekor lipan di hujung kaki tetapi kemudian terpandang seekor harimau tidak berapa jauh daripada kita? Apakah kita masih memikirkan bahaya lipan atau bahaya harimau. Ya, tentu sahaja kita akan berikhtiar untuk menyelamatkan diri daripada bahaya harimau. Walaupun lipan dekat, tetapi gigitannya tidaklah seganas cengkaman harimau. Begitulah perumpamaan antara bahaya nafsu dengan bahaya-bahaya yang lain. Nafsu akan menyebabkan kita lebih rasa menderita. Bukan sahaja di dunia tetapi juga di akhirat.

Malangnya, hal yang sepenting itu tidak dititik-beratkan. Kejahatan hawa nafsu, sifat-sifat dan kaedah melawannya hampir tidak pernah dibicarakan. Padahal, nafsu itulah angkara segala kejahatan yang kita deritai kini. Sebut sahaja, apa kejahatannya, pasti dalangnya adalah hawa nafsu.

Kita sibuk memperketat kawalan, disiplin dan undang-undang tetapi membiarkan puncanya berkembang subur dan membiak. Mampukah pagar yang rapuh mengawal binatang buas yang bilangannya kian banyak dan tenaganya semakin kuat? Begitulah bandingannya undang-undang ciptaan manusia dengan kejahatan hawa nafsu.

Undang-undang walaupun sehebat mana pun tidak akan berkesan jika nafsu tidak dijinakkan terlebih dahulu. Pagar itu akan diterjah dan rebah dipijak dan diinjak menyebabkan kita terpaksa membina pagar demi pagar, berulang-kali.

KUASAI NAFSU, KUASAI DUNIA

“Jika kita menguasai diri, kita akan menguasai dunia,” demikian kata cerdik pandai. Tetapi bagaimana pula kalau kita gagal menguasai diri? Ya, pasti kita pula yang akan dikuasai dunia. Jika demikian amat buruk akibatnya lantaran dunia itu adalah ‘hamba’ yang baik tetapi ‘tuan’ yang sangat jahat. Orang yang berjaya adalah orang yang gigih mencari kebaikan dunia tetapi selamat daripada tipuannya. Firman Allah: “Sesungguhnya tiadalah kehidupan dunia itu melainkan mata benda yang menipu daya.” (Surah al-An’am 6: 32)

Al-kisah, seorang raja sedang menaiki kuda dengan angkuhnya. Dia terserempak dengan seorang petani yang soleh sedang berjalan kaki. Raja pun bertanya, “siapa kamu?” Petani yang soleh itu menjawab, “aku seorang raja.” Raja tertawa, kemudian terus berkata dengan nada menyindir, “raja kerajaan mana?” Petani menjawab, “raja untuk kerajaan diriku.” Raja terdiam. Dan kemudian petani itu pula bertanya, “adakah tuanku menjadi raja kepada diri sendiri?” Raja terus terdiam kerana faham maksud kata-kata petani yang soleh itu.

Begitulah dalam kehidupan kita sehari-hari. Ramai orang besar yang hakikatnya hanya insan kerdil kerana tidak mampu melawan hawa nafsunya. Kuasa, ilmu, harta dan nama yang tersohor tidak membawa makna dan kebahagiaan dalam hidup sekiranya hidup diperkotak-katikkan oleh hawa nafsu. Hal ini kerana nafsu itu sifat tabiinya hanyalah mengarah kepada kejahatan. Maka hidup seseorang yang dikuasainya hanya akan penuh dengan kejahatan. Jika demikian, mana ada ketenangan dan kebahagiaan? Tidak ada kebahagiaan bagi manusia yang tenggelam dalam kejahatan.

Dikuasai dunia maksudnya, diri kita akan didorong oleh sesuatu yang berbentuk kebendaan, kemasyhuran dan jawatan dalam apa jua fikiran dan tindakan. Ketika itu kita gagal memperalatkan dunia sebaliknya dunialah yang memperalatkan kita. Akibat gagal menguasai dirilah kebanyakan manusia sangat cintakan dunia. Firman Allah yang bermaksud: “Sesungguhnya, manusia itu sangat cintakan mata benda.” (Surah : )

Selain itu cintakan dunia akan menyebabkan manusia cenderung melakukan kejahatan. Sebab itu masyhurlah kata-kata popular dalam kalangan ahli-ahli tasawuf, cinta dunia itu adalah kepala segala kejahatan.

Apabila semua itu terjadi, manusia tidak lagi layak menjadi hamba Allah. Oleh sebab itu, untuk menjadi hamba Allah manusia mestilah menguasai dirinya. Inilah yang dibimbangkan oleh Syeikh Ibn Ataillah dalam al-Hikam menerusi katanya:“Bagaimana akan terang hati seseorang yang segala gambaran dunia itu terpahat dalam cermin hatinya? Atau bagaimanakah dia akan mengembara menuju kepada Allah padahal ia terbelenggu oleh nafsu syhawatnya?

MANUSIA DAN MUJAHADAH

Seterusnya, apakah yang dimaksudkan dengan menguasai diri? Jelas maksud menguasai diri ialah menundukkan nafsu jahat yang ada di dalam diri bagi membolehkan kita melakukan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Sedangkan nafsu itu sebahagian daripada diri kita yang sentiasa ingin menghancurkan diri kita.

Berhubung dengan melawan hawa nafsu ini Imam al-Ghazali menyebutkan tiga tingkatan manusia dalam usaha memerangi hawa nafsunya:

i) Telah menyerah kalah.

Golongan ini tergolong dalam mereka yang dikuasai sepenuhnya hawa nafsunya dan tidak dapat melawannya sama sekali. Ini merupakan keadaan majoriti manusia. Mereka ini telah mempertuhankan hawa nafsunya. Firman Allah: ”Maka, pernahkah kamu melihat orang yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.” (Surah al-Jatsiyah: 23)

ii) Sedang dan sentiasa berperang

Golongan ini terdiri daripada mereka yang sentiasa dalam bertarik tali berlawan dengan hawa nafsu. Adakalanya dia menang dan ada kalanya kalah. Insya-Allah, inilah orang yang sedang berjuang (mujahadah). Mereka ini menunaikan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. melalui sabdanya yang bermaksud: ”Berjuanglah kamu melawan hawa nafsumu sebagaimana kamu berjuang melawan musuh-musuhmu.”

iii) Orang yang telah menang

Golongan itu terdiri daripada mereka yang berjaya menguasai sepenuhnya hawa nafsunya. Mereka ini terpelihara daripada berbuat dosa dan maksiat kecuali sangat sedikit melakukan maksiat. Perjuangan menentang hawa nafsu adalah satu bentuk perjuangan jangka panjang. Perjuangan ini hanya akan berakhir dengan kematian. Sikap waspada dan sentiasa siapa siaga amat diperlukan setiap masa.

ERTI MUJAHADAH DAN KEPENTINGANNYA

Melawan hawa nafsu bagi maksud mengawal, mengurus dan mengendalikannya adalah wajib kerana kita hanya wajar menjadi hamba Allah. Demikian yang dapat difahami daripada kaedah, “tidak sempurna sesuatu yang wajib melainkan dengan sesuatu itu maka sesuatu itu juga menjadi wajib.” Berdasarkan itu, jika kita tidak berbuat demikian, sudah tentu kita akan berdosa. Bukankah syurga itu hanya ada pada mereka yang menundukkan kehendak nafsunya kepada kehendak Allah? Firman Allah: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri daripada nafsunya, maka sungguh syurgalah tempat tinggalnya” (Surah al-Naziat: 40-41)

Melawan hawa nafsu juga adalah syarat untuk mendapat pimpinan Allah. Firman Allah: “Mereka yang berjuang untuk melawan hawa nafsu kerana hendak menempuh jalan Kami, sesungguhnya Kami akan tunjuk jalan Kami. Sesungguhnya Allah itu berserta dengan orang yang buat baik.” (Surah : )

Kepentingan melawan hawa nafsu ini ditegaskan lagi oleh Rasulullah s.a.w. menerusi sabdanya: “Tidak beriman salah seorang antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” Baginda juga bersabda: “Seorang mujahid (iaitu seorang yang berjihad) ialah dia yang melawan hawa nafsunya kerana Allah.”

Mujahadah bermaksud berusaha untuk melawan dan menundukkan kehendak hawa nafsu. Istilah “mujahadah” berasal daripada kata “al-jihad” iaitu berusaha segala kesungguhan, kekuatan dan kesanggupan pada jalan yang diyakini benar. Dengan kata yang lain, seorang yang bermujahadah dengan rela meninggalkan apa yang disukainya demi memburu sesuatu yang diyakininya benar, baik dan betul. Inilah maksud kata-kata Imam al-Ghazali: “Antara tanda kecintaan hamba kepada Allah ialah dia mengutamakan perkara yang disukai Allah daripada kehendak nafsu serta peribadi, sama ada dalam aspek zahir atau batin.”

Selain itu ilmu, taktik dan strategi melawan hawa nafsu wajib dipelajari. Bahkan kita tidak akan menang jika dalam menempuh jalan mujahadah hanya dilakukan dengan semberono. Malangnya, ilmu tentang mujahadah ini seolah-olah terpinggir pada masa kini. Manakala strategi melawan hawa nafsu hampir tidak dibicarakan lagi.

Ironinya, jika dengan musuh zahir yang jarang-jarang kita berdepan dengannya, kita sanggup membelanjakan jutaan ringgit untuk membeli kelengkapan perang dan sejata, mengorbankan banyak masa dan tenaga untuk persiapan berperang, tetapi dengan hawa nafsu yang setiap detik kita berperang dengannya, mengapa ambil tidak indah sahaja. Sedangkan nafsu ini adalah musuh yang paling berbahaya, yang sepatutnya lebih diberi perhatian serius. Rasulullah s.a.w. bersabda:”Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuhnya tetapi dapat menguasai marahnya.”

PRINSIP ASAS DALAM MELAWAN HAWA NAFSU

Berikut tiga prinsip asas kaedah melawan nafsu. Tiga kaedah ini telah digariskan oleh ulama pakar dalam meneliti perjalanan hati dan nafsu manusia. Dalam kitab Minhajul Abidin misalnya, Imam Ghazali telah menggariskan tiga prinsip asas berikut:

i) Menahan atau menyekat sumber kekuatannya.

Nafsu yang diumpamakan kuda yang liar itu boleh dijinakkan dengan syarat ditahan sumber yang memberikannya tenaga. Jadi, nafsu boleh dikawal dengan menahan makan (berpuasa). Oleh sebab itulah dalam Islam kita diwajibkan berpuasa sebulan dalam setahun. Dan digalakkan juga berpuasa sunat hari-hari tertentu. Malah mereka yang belum mampu berkahwin, nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan mereka menjinakkan nafsu seks dengan berpuasa.

Selain menahan perut daripada banyak makan, ada lagi beberapa sumber kekuatan nafsu yang perlu disekat. Antaranya, menahan pandangan (mata) daripada yang haram, telinga daripada mendengar sesuatu yang berdosa, mulut daripada berkata-kata yang dilarang, hati daripada sifat-sifat mazmumah dan lain-lain. Semua ini perlu diketahui dengan cara belajar. Ilmu yang berkaitan dengan menjaga pancaindera inilah yang dimaksudkan dalam ilmu tasawuf sebagai akhlak. Hukum mempelajarinya, fardhu ain bagi setiap mukhallaf.

ii) Membebankan nafsu itu dengan ibadah.

Setelah nafsu yang diumpamakan sebagai kuda liar itu disekat sumber kekuatannya, langkah seterusnya ialah dengan dibebankan ibadah tertentu terutamanya ibadah khusus yang berbentuk fardhu dan sunat. Solat terutamanya, sangat diperlukan dalam kaedah ini semata-mata untuk ‘menyeksa’ nafsu. Bukan sahaja solat lima waktu tetapi solat malam (qiamulalil) sangat berkesan untuk menundukan hawa nafsu.

Begitu juga dengan zikrullah yang lain seperti membaca al-Quran serta wirid-wirid tertentu (yakni yang bersumberkan al-Quran, hadis-hadis sahih dengan tunjuk ajar dan didikan syeikh atau guru yang benar serta mendapat petunjuk (mursyid). Begitu juga dengan amalan sedekah, kerja-kerja amal, mengajar, belajar dan lain-lain amal kebajikan. Pokok pangkalnya, bebankanlah nafsu kita dengan ibadah hingga ia merasa letih untuk melakukan kejahatan. Ingatlah nafsu itu tidak pernah puas dan kehendanya tidak terbatas, maka ibadah yang dapat menundukkannya hendaknya begitu juga. Jangan terbatas dan jangan dibatasi oleh rasa puas.

iii) Berdoa minta bantuan Allah untuk menewaskannya.

Usaha menentang hawa nafsu hendaklah dimulakan, diiringi dan disudahi dengan berdoa kepada Allah. Nafsu itu makhluk Allah, maka Allah sahaja yang mampu memudahkan diri manusia untuk menguasai dirinya sendiri (nafsu). Bahkan, usaha awal kita untuk memperbaiki diri perlulah dimulai dengan membentuk komunikasi dan interaksi yang harmoni dengan Ilahi.

Hubungan ini dibentuk melalui doa. Jika Allah permudahkan, jalan mujahadah yang payah akan menjadi mudah. Bantuan Allah inilah yang sangat kita dambakan. Malah inilah pesan Rasululllah s.a.w. kepada Muaz bin Jabal dengan katanya:

“Wahai Muaz, aku sangat cinta kepadamu. Maka selepas kau mengerjakan solat jangan sekali-kali kau lupa berdoa kepada Allah dengan doa ini: “Ya Allah, bantulah aku mengingati-Mu, bantulah aku mensyukuri nikmat-Mu dan bantulah aku untuk mmperbaiki ibadah kepada-Mu.”

Banyak lagi doa-doa yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w. dalam bermujahadah melawan hawa nafsu ini. Antara doanya itu ialah: “Ya Allah ya Tuhanku, berilah aku taqwa, dan bersihkanlah diriku. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang membersihkan. Engkaulah pelindungku dan pemimpinku.”

LANGKAH-LANGKAH JALAN MUJAHADAH

Langkah-langkah tersusun untuk melawan hawa nafsu seperti berikut:

i) Belajar mengenai sifat nafsu dan angkaranya.

Belajar mengenai sifat-sifat mahmudah dan mazmumah (ilmu akhlak atau tasawuf) adalah wajib. Kita mesti mendapat ilmu yang digali daripada al-Quran dan Sunnah untuk mengetahui sifat-sifat nafsu, angkara kejatannya dan bagaimana melawannya. Para ulama telah mempermudahkan ilmu-ilmu ini mengikut kategorinya tersendiri.

ii) Membina kesedaran dan keazaman yang tinggi.

Tidak cukup dengan mempunyai ilmu sahaja tanpa kesedaran dalam hati dan keazaman yang kuat untuk mengamalkannya. Bagaimana jika kita hanya ada senjata (ilmu) tetapi tidak ada keingininan yang kuat untuk mngamalkannya apabila diserang musuh? Ilmu bukan untuk pengetahuan dan kefahaman semata-mata, tetapi yang lebih penting untuk diamalkan.

iii) Mempraktikkan ilmu.

Inilah tahap yang paling sukar tetapi inilah tahap yang paling penting. Perkara ini memerlukan satu iltizam yang kuat dalam diri kerana apa yang disukai nafsu adalah juga yang disukai oleh diri kita sendiri. Ramai orang yang tahu sesuatu kebaikan tetapi masih malas melakukannya. Dan ramai yang tahu sesuatu kejahatan tetapi masih tega melakukannya.

Semua itu kerana mereka belum ‘mahu’, dan baru sekadar ‘tahu’. Pengetahuan itu dicapai melalui proses belajar manakala kemahuan dibina dengan mempraktikkan apa yang telah kita pelajari. Dengan mempraktiokkan ilmu barulah ilmu yang bertapak di akal dapat dipasakkan ke dalam hati. Oleh sebab itu ‘tahu’ tempat letakkannya di akal tetapi ‘mahu’ itu letaknya di hati.

iv) Terus melatih diri dan bersifat konsisten melawannya.

Ramai juga orang yang telah tahu dan mahu melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan, tetapi tidak lama, mereka berpatah semula ke belakang. Bak kata peribahasa Melayu sekadar “hangat-hangat tahi ayam”. Mereka tidak berdaya untuk konsisten (istiqamah) dalam kebenaran. Apa yang perlu ialah latihan yang berterusan agar tahap pengetahuan dan kemahuan itu diteruskan hingga ke tahap kemampuan.

Imam Ghazali berpesan nafsu tidak dapat dikalahkan dengan tergesa-gesa. Kehendaknya tidak boleh ditekan sekali gus melainkan perlu ditahan secara bertahap-tahap. Latihan menundukkan hawa nafsu ini perlu dilaksanakan sedikit demi sedikit tetapi istiqamah selaras dengan sabda Rasulullah s.a.w.:

“Amalan yang baik ialah amalan yang berterusan (konsisten) sekalipun sedikit.”

“Alah bisa, tegal biasa,” begitulah nafsu yang jahat jika dilatih berterusan untuk melakukan kebaikan, akan terbiasalah nafsu itu dengan kebaikan dan kebajikan. Sampai ke tahap ini, nafsu itu akan menjadi tenaga penggerak atau kenderaan (kuda tunggangan) kepada manusia. Umpama, racun pada ular senduk – di situ ada racun, di situlah juga ada penawarnya. Sebab itu ditegaskan berkali-kali bahawa nafsu itu bukan untuk dihapus tetapi untuk diurus.

Jika diuruskan dengan baik, nafsu akan membawa kepada kemajuan rohaniah dan material dalam kehidupan. Nafsu seks yang diurus melalui pernikahan yang sah, akan memberi ketenangan, keberkatan dan rahmat dalam diri suami dan isteri. Ia juga meneruskan kesinambungan zuriat yang akan menjadi tenaga penggerakan kepada pembangunan ummah. Begitu juga nafsu makan yang terurus, akan memberi tenaga untuk beribadah dan menyebabkan terbentuknya jaringan perniagaan, industri makanan, hub halal, inovasi dan teknologi makanan dalam bidang bioteknologi dan sebagainya.

Manusia yang dibekalkan dengan unsur nafsu inilah yang menjadi sebab mereka dilantik menjadi khalifah di muka bumi – bukan malaikat, kerana dengan nafsu makmurlah muka bumi ini dengan pembangunan yang bersendikan hukum Allah. Sebaliknya, malaikat tidak mempunyai potensi ini kerana mereka sepi daripada sebarang keinginan dan rangsangan. Namun, jika nafsu tidak terurus manusia akan jatuh ke tahap yang lebih hina daripada haiwan (makhluk nafsu tanpa akal).

Jangan menoleh ke belakang… tempuhlah jalan mujahadah. Itulah jalan yang penuh saadah (kebahagiaan). Walaupun itu adalah jalan yang payah, tetapi itulah jalan yang paling mudah. Tidak ada jalan pintas!