
Jiwaku,
Yang keliru,
Antara syariat dan tuntutan fitrah nafsu,
Benar aku ingin bertaubat,
Dari dosa2 ini,
Namun kronologi hidupku,
Masih menjerat aku dalam langkah2 dinihari...
Dan aku sering kalah,
Dalam mengaut ketaatan dalam melawan nafsu,
Namun dalam hati sudah terbit rasa bersalah,
Rasa lelah,
Untuk bermain lagi walau hanya dgn api-api kecil...
Sudahlah,
Diriku sudah!
Hatiku sering merajuk,
Dengan perlakuanku yang menyalahi kata hatiku....
Namun nafsuku sering berbisik kecil,
Merasa seronok yang seketika,
Merasa ingin terus dibela,
Walau salah2nya terang lagi nyata...
Sudahlah nafsu,
Korbanlah!
Hati sering berbisik...
Lalu aku meratap,
Meminta tolong dari Allah,
Hiaskanlah aku dgn syariat Ya Rabb!
Hiaskanlah aku dgn syariat Ya Rabb!
Hiaskanlah aku dgn syariat Ya Rabb!
Rezkikan aku ketaatan Ya Allah!
Rezkikan aku dgn ketaatan Ya Allah!
Aku ingin bebas dari dosa2 sebegini,
Perit diriku memandang,
Diriku yang berterusan begini...
Lalu,
Terjadilah sesuatu,
Yang logiknya menghiris hatiku,
Namun hatiku senyum tanda gembira,
Dia sedang lapang tersenyum kecil tanda bebas dari sesuatu adanya...
Ku berpaling pada nafsu,
Ku lihat dia sedang menangis kecil,
Namun hatiku berbisik,
Tidak mengapa,
Nafsu itu seperti anak kecil,
Biarkanlah dia sebentar,
Lama dipujuk, dididik, dia akan ok.,
Segala kesedihan akan hilang juga,
Hadiahmu adalah kebebasan dari maksiat wahai Aszifa!
Ya Rabb,
Ya Rabb,
Ya Rabb,
Permintaanku bukan kecil Ya Allah,
Aku meminta keampunan~
Sedang dosaku selaut entah sebesar mana tak dapat aku bayangkan...
Aku tak tahu Ya Allah,
Apa aku cukup kuat,
Lalu hanya padaMu aku berserah,
Sesungguhnya aku tidak berbuat apa2,
Menunggu gerak dariMu sahaja....
Aku yang tidak mengerti,
Namun hikmahnya jelas mengisi,
Di manalah aku punya kekuatan,
Untuk meninggalkan maksiat yang menjerat aktiviti harian,
Jika ia bukan kurniaan daripadaMu Tuhan,
Ah, dunia2
Biarlah sedikit kehilangan dunia,
Apa ingin dunia dibanding akhirat sayangku,
Sedikit saja,
Sebentar saja lagi,
Sekejap saja cuma,
Hatiku sering mengingati Umar,
Yang seringkali berasa tidak apa2 kehilangan apa2 pun,
Kerna ia tidak pernah merugikan agamanya,
Lalu mengapa risau, mengapa sedih, mengapa kecewa...
Kecewa jika gagal fokus!
Fokus pada hikmah adanya!
Aszifa,
Apa kata terakhir kamu tentang dugaan ini?
Allah Maha Besar, terima kasih Ya Allah,
Kerana rukukku akan lebih bermakna selepas ini,
Dengan izinMu jua,
Dugaan bertimpa,
Bertukar ganti dengan perkenalan dgn Pencipta,
Ya Allah,
Yang Maha Berdiri dengan Sendirinya,
Perbaikilah urusanku,
Dan uruskanlah segala urusanku,
Dan janganlah Kau serahkan diriku kepada diriku sendiri,
Walau HANYA sekelip mata....
Aku tak kuasa lagi Ya Allah,
Mengurus hidupku sendiri Ya Khaliq!
Aku lelah,
Namun di takkala saat2 inilah,
Aku berpeluang BULAT MEMANDANG ENGKAU!
Di mana lenyap diriku jua makhluk,
Hanya Allah,
Buat kekuatan,
Untuk aku terus melangkah,
Sederap demi sederap,
Dalam tujuan menuju kematian...
