Friday, January 28, 2011

Nafas

Pabila hatiku terdetak berbunyi,
Ada sesuatu yang ingin diuji,
Perlu aku mengusir dia pergi,
Nafsu yang menyakitkan hati.

Rebah!

Nafas ku ganti,
Bersalut nada Ilahi,
Nafas demi nafas,
Tertuju pada hati,

Lalu tenang kembali,
Tenggelam aku dalam tenang yang setenang-tenangnya...
Tak terjangkau lagi...

Ku mula melangkah kembali..

Sungguh aku sudah jatuh cinta. Parah aku pabila melupa...

Tuesday, January 25, 2011

Sungguh aku tidak menipu,
Pabila ku membiar hatiku,
Melontar apa yang dirasanya,
Tiada ku perelokkan ia,
Tiada ku susun ia,
Ku biar ia begitu adanya...

Dan ku berharap,
Aku dapat melakukan yang demikian,
Untuk sesuatu.

Sesuatu yang masih aku,
Masih tidak berjiwa dengannya....
Sungguh aku memahami sesuatu,
Separuh mungkin ku merasanya,
Dalam satu perjalanan yang aku menempuhinya...

Tiada yang pasti, cuma terus menempuhi..

Monday, January 24, 2011

Wujud mu, menemani aku


Ya Rabb,
Aku berjalan sendiri,
Dalam syukur padaMu...

Kadangkala aku merenung,
Mengapa sering aku berasa sendiri,
Namun kini ku syukuri,
Atas rasa itu,
Yang sebenarnya mendorong aku,
Untuk mengenali-MU.

Ya Rabb,
Sungguh aku syukuri,
Satu perjalanan,
Yang terkadang berjalan sendiri,
Yang terkadang berjalan dalam ramai masih terasa sendiri,
Tiadaku soal lagi,
Jiwa apakah aku ini,
Melainkan aku penuh mengerti,
Kau sedang menarik aku untuk Mengenali...

Aku hanya bahagia,
Pabila bersama Mu Ya Rabbi,
Sungguh aku tidak pernah sebahagia itu,
Andai ku tak letak Engkau di sini....

Pabila ku lupakan Mu,
Hanya kesesakan mengisi,
Lalu mengertilah aku,
Betapa aku sudah mencintai,

Cinta yang membuahkan rindu,
Terkadang berpisah menambah lebih rindu,
Aku hanya ingin bersyukur,
Atas segala ini....

Sebuah perjalanan,
Yang membuat aku mengerti,
Mengerti dengan dalam sekali...
Dalam,
Dalam sekali....

Mana mungkin aku sendiri,
Sedang Engkau sentiasa dalam hati,
Berserta keindahan alam,
Yang menemani malam dan siang hari,
Menjelaskan lagi,
Kau memang Wujud selamanya,
Dalam diri...

Wednesday, January 19, 2011

Demi DIA

Aku hanya hamba,
Yang berbuat segala demiNYA,
Laksana ku tinggal segala perkara,
Andai bukan aku ini hidup untukNya.

Aku hanya hamba,
Yang tidak menyoal pabila disuruh DIA,
Berbuat selayaknya,
Tugas-tugasku sebagai hamba.

Mereka melihat aku melakukan ia demi dunia,
Aku juga terkadang menyoal begitu,
Biarlah mereka melihat ia begitu,
Kerna keadaan kini lebih dari itu.

Allah meletakkan aku disini,
Demi menjalani secebis takdir hidupku,
Tidak penting, samada aku yang ingin, atau aku yang meminati,
Tidak penting, samada aku yang tidak ingin atau aku yang tidak meminati,
Keutaamaannya bukan lagi aku,
Namun DIA.

Ku redah segalanya demi DIA,
Demi DIA,
Aku di sini yang sedang dilihat berbuat demi dunia,
Apa saja~Apa saja~

Aku buat demi DIA.
Hanya demi DIA.
Selama-lamanya demi DIA.

Ah...aku hanya hamba..Indah!

Tuesday, January 18, 2011

buang, kemudia isi

Kamu!

-Buanglah, rasa :
1.takut tidak berasas
2.malas
3. malu tidak bertempat
4. ragu2/bimbang

Lebih lega pabila engkau membuang hijab itu...

- Isilah dengan :
1.fokus
2.tenang
3. kerehatan
KYUSUK!

Sekarang mulakan ibadahmu dengan tenang, dalam mengenang untuk mengenal Allah yang penuh Keagungan!

Friday, January 14, 2011

Bezakan antara pengisian dan pengetahuan sayangku!

Segalanya dari Allah!

Allah ingin kamu maju, bersangka baiklah dengan Allah! :)

Walau siapa jua

I'm a test for U, U are a test for me. Walau apa jua, tetaplah bersangka baik dan saling menyayangi. Bukan kerna aku baik pada penilaian mu, bukan juga kerna kau baik pada penilaian ku, namun kerna aku adalah yang terbaik untuk mu dan engkau lah yang terbaik untuk ku.

Terbaik itu apabila kita saling memanfaatkan ujian kita dalam merasa dekat padaNya~. Berbahagialah sesama makhluk~walau siapa jua dia. Bersyukurlah dengan sesiapa jua yang Allah letakkan di sampingmu tika ini, saat ini. Ia hadiah Allah kepadamu. Terima kasih Ya Allah, atas suatu kronologi kebahagian. Sebuah kronologi yang sedang membawa nikmat terbesar Engkau padaku, untuk menCINTAMU, mengenalMu. Cukuplah Allah buatku.~

Wednesday, January 5, 2011

Aku yang ingin bersyukur

Ya Rabb,
Cepat masa berlalu,
Namun lama aku berasa berkocak dengan sesuatu...

Dan aku,
Ingin menamatkan segala ini...

Maafkan aku,
Kerna tak tahan ujianMu..

Engkau melayurkan,
Kecantikan,
Kebijaksanaan dunia,
Kemewahan dan segalanya.

Bagaimana aku teralit,
Lalu berpaling...

Seksaan itu aku yang punya,
Pedih hati terasa di jiwa...

Pabila aku salah menafsir nikmat
dan NIKMAT yang paling kekalnya...

Maafkanlah aku,
Jagalah aku,
Semoga aku sentiasa dilindungMu,
Yang Maha Pelindung...

Tak mahu aku menjadikan,
Keralitan itu suatu penyeksaan,
Namun ku ingin ambil sekadar teguran,
Ku harap ia berakhir sekarang...
Kerna aku tak mampu menahan,
NIKMAT2 yang kian hilang...

Jagailah aku,
Itu saja pintaku,
Ku tutup segala pintu,
Dunia jangan lagi kau memanggil aku...

Aku hanya ingin bersama Rabbku...
Bersyukur atas segala sesuatu!

nikmat vs NIKMAT

Di kala menulis post ini,

Aku sedang mencuba bertenang,
Aku sedang bertenang,
Ya, bertenang....

Belajar mensyukuri segala NIKMAT,
NIKMAT yang tak terpandang dek mata,
Namun sangat dirasai JIWA.

Sebulan setengah sudah....antara moment paling berkocak, antara pengetahuan baru dan pengamalannya. Antara penilaian baru tentang apa itu nikmat yang sebenarnya...

Aku sedang menasihati diriku, agar tidak berpaling lagi kepada nikmat, namun bersyukurlah sentiasa dengan NIKMAT.

Ya, NIKMAT :).
berSYUKURlah :)

Sunday, January 2, 2011

tidak takut pada yang bakal terjadi.
tidak sedih pada yang telah terjadi.