Thursday, February 24, 2011

HATIku, Berdiamlah dan tinggalkanlah perbalahan


Berdiam itu lebih baik?
YA.

Meninggalkan perbalahan itu lebih baik?
YA.

Sesungguhnya. I'm looking to be that someone. Bukan sahaja pada bicara. Namun HATI yang berdiam dengan sesungguhnya, dan meninggalkan perbalahan dengan sesungguhnya.

Apa yang dibicara - Malaikat sedang mencatitnya. Sedetail mungkin kita akan didakwa.

Apa yang di dalam hati - Allah Mengetahuinya. Sedetailnya mungkin kita akan dipersoal.

Dipersoal. Namun tika itu, kita tidak mungkin bicara dan berbalah lagi. Lalu mengapa tidak sekarang sahaja diam dan perbalahan itu ditinggalkan.

Kadangkala, pabila diletakkan dalam keadaan yang "berseorangan" dalam pandangan, kita tidak mengerti apa yang Allah ingin beri. Namun terus bersangka baik, dan kita akan mengerti, dan pabila mengerti, kita tidak perlu bersangka baik lagi, melainkan, kita jujur merasa, Ya. Allah telah mengaturkan yang terbaik pada setiap nafas kita.

Dunia ini terlampau fantasi. Dunia ini penuh dengan manusia-manusia yang cuba hidup dengan peraturan sendiri. Dunia ini seolah2 "diciptakan" dengan teori.

Namun apa yang sudah ada, jauh kita tinggalkan - Al-Quran. Buku ini, terlampau banyak teori dan rahsianya.

When we jump to research, you will feel, "The More U Know, The More U Dont Know". Ini adalah satu perasaan yang benar dan sangat benar dan tulus dirasai oleh para pengkaji. Apa yang kita tengah research ni? Ia di sana, ia di sini, ia mengaitkan perkara itu, itu ini, hah? Terlampau banyak.

Namun dalam keadaan masyarakat kita yang suka mencipta cara hidup sendiri, berkata tidak tahu itu adalah suatu yang tidak mungkin. Pernah berada di satu ceramah, bersama Imam Suhaib Webb, 90% of Americans feel they know more than other people. Itu MASALAH besar kita! Barat, banyak2lah meniru barat.

Sudahlah bermasalah untuk berkata tidak tahu, dan bermasalah pula pabila sentiasa mengatakan kita tahu.

How can I live with that kind of environment for such a long time tanpa menyedari itu bukan fitrah seorang manusia....Itu sifat megah. Dan megah itu sifat siapa? Ia seekor, bukan seorang.

Pabila kita berasa tidak tahu, muncul pula arena psykology yang sering mengaitkan masalah low self confidence,low self esteem, dan apa-apa lagi lah... i dont need those theory anymore.

Sudah terlalu lama hidup dalam persepsi yang salah, kerana tidak mahu mengikut yang benar.

Apa yang cuba di sampaikan di sini ya. Yang bijak berfikir pasti sudah dapat meneka.

Pabila berada dalam arena research, yes, u are in truly knowing that...Yea, I dont know. Yea, the more I know the more I dont know. Namun ramai yang masih mahu mengaku tahu, sedang hakikatnya, kita lebih layak berasa tidak tahu. Ia membenarkan kata-kata Imam Shafie, - Semakin banyak aku tahu, semakin banyak aku tidak tahu. Dan ia membenarkan satu ayat di dalam Al-Quran - Hanya orang yang berilmu takut kepada Tuhannya.

Berada di sini, membuatkan kita sememangnya merasa - Ya Allah, luasnya ilmuMu! Aku kagum Ya Allah, aku kagum dengan Kebijaksanaan dan PengaturanMu! Ya Allah, Engkau sampaikan kepada kami, yang ilmu di dunia ini hanya secelup air di lautan. Ya Allah! Berapa banyak lagi kenyataan2 dan hikmah Yang kami sebenarnya tidak tahu Ya Allah!

Sudah sebanyak ini kami mengkaji, semakin banyak lagi untuk dikaji. Berada dalam PengetahuanMu Ya Rabbi! Kagum, Agung, Besar, Tingginya Engkau Ya Allah!! Subhanaallah!

Nampak kaitannya dengan IQRA? Pencarian Ilmu, dan mengapa Islam menyarankan kita sentiasa mencari Ilmu?

Namun yang sedang tunggang terbaliknya, pabila Ilmu itu dikaitkan dengan kemegahan. Ia tidak pernah begitu. Melainkan banyak ilmu itu melahirkan rasa KEHAMBAAN!..

Itu yang membawa kita kepada tujuan penciptaan!..."Tidak aku jadikan jin dan manusia, melainkan untuk mengabdikan diri padaKU"...

Setiap syariat, setiap saranan dalam Islam, akan membawa kepada tujuan penciptaan kita ini. Kita akan jujur merasa, andai kita betul2 menyelami....hamba, ya aku hamba, aku bodoh, aku tidak tahu, aku fakir, aku hina....banyaknya yang aku tidak tahu Ya Allah!

Apa tidak tahu itu membawa keyakinan yang kurang? - Itu lagi sebuah kebodohan masyarakat yang suka hidup dalam teori ciptaan.

Siapa yang menyuruh kita hidup dalam keyakinan kita sendiri? Sedang kita perlu hidup bersandar pada DIA?

Dengan KebesaranNYA, dengan KeagunganNYA!

Itulah TAWAKAL! Kita hanya perlu bersandar! Atas perasaan kehambaan yang tulus, kepada Pencipta yang MAHA SEGALANYA itu!

Buah Tawakal adalah REDHA. REDHA itu lapang dada pada awal musibah lagi. Hasilnya hidup tenang yang tiada tara!

Setiap prinsip, segalanya berkait. Segalanya berkait! Sudah berapa lama kita hidup kucar kacir kerana kitalah yang mengkucar kacirkan hukum dan syariat itu sendiri. Ambil mana2 yang boleh buat, terus buat lah apa yang ntah apa2. Ya, kita tidak sempurna, pasti ada dosa! Namun, adakah kita sebenarnya jujur bersedia, untuk "masuk" kepada Islam itu secara seluruhnya?

Islam tidak boleh diambil separuh2! Sesungguhnya tidak boleh. Ia mesti seluruh, baru ada kemantapan dan hikmahnya. Ia perlu begitu.

Banyak bicara dan banyak berbalah - Ia bukan sesuatu yang membijakkan kita, seperti mana pandangan teori2 ciptaan tertentu.

Fikirkanlah, dengan banyak bicara dan banyak berbalah, ia sebenarnya menghalang kita untuk mendapat input dengan lebih banyak. Renung2kan sebenar. Bayangkanlah diri sendiri, atau persekitaran yang banyak ckp dan banyak bantahnya.Ia sememangnya jarang sekali membawa keuntungan.

Dan renungkanlah - hanya orang yang berilmu takut pada Tuhannya.

Adakah banyak bicara dan berbantah2 itu tanda tidak takut pada Tuhannya? Renungkan lagi. Ia sedang berkait.

Adakah banyak bicara dan berbantah2 itu membawa kepada "keyakinan" yang rapuh di dalamnya, namun nampak megah di luarnya?. Renungkan lagi. Ia sedang berkait.

Adakah banyak bicara dan berbantah2 itu sedang membawa kita kepada tidak tawakal dan tidak redha?. Renungkan lagi. Ia sedang berkait.

.: Hatiku, banyakkan berdiam dan tinggalkan perbalahan.

Bukan mulut, namun hanya hati. Kerna apa yang di mulut jelas melambangkan apa yang di hati. Jadi yang perlu berdiam, hanyalah hati.