Aku yang melihat tugasanku,
Dengan kosongnya perasaan,
Seperti sesuatu yang hilang,
Hilangnya kamu wahai perasaan...
Kemudian aku mengambil tugasan,
Dan meletakkannya dari Tuhan,
Tafakurku lancarkan, atas seribu ingatan,
Kemudian aku mengambil tugasan,
Lalu berasa aku bersamaMu Tuhan,
Tafakurku lancarkan, atas seribu ingatan,
Kemudian aku mengambil tugasan,
Lalu aku melakukannya untukMu Tuhan,
Tafakurku lancarkan, atas seribu ingatan,
Dada kembali berombak,
Senyuman kembali menyapa,
Hati kembali berbunga,
Sungguh aku sukar untuk menutur ttg Cinta,
Kerna aku risau ia dusta,
Kerna aku risau penyekutuanku padaMu yang terlalu banyaknya,
Kerna aku risau dosa2 yang melumpuriku penuh dgn selut pekatnya,
Akhirnya aku risau kerna aku bermain kata...
Namun rasa apakah ini wahai Pencipta,
Aku tak bisa melakukan apa2,
Takkala tiada api cinta,
Aku bukan kaku,
Dan aku seolah menyuruh aku kaku,
Tak mampu ku lontar lagi Ya Allah,
Tak sanggup aku menanggung dusta,
Pada masa yang sama aku mengharap aku mampu melontar ia,
Namun benar ku risau ia dusta,
Biarkanlah rasa ini berkubu dalam dada,
Biarkanlah rasa ini selamanya menjadi rahsia,
Biarkanlah rasa ini di sini saja,
Tanpa hebahan dari bibirku yang menyata.....
Wahai Tuhan,
Yang lebih memahami diri hambaNya,
Wahai Allah,
Yang lebih tahu akan aib dan segala cela,
Maafkanlah aku,
Ampunilah aku,
Engkau saja penyelamatku selamanya...